PPDB Online

Ganjar Pranowo: Orangtua Jangan Ngapusi SKTM, Nanti Siswa Bisa Dicoret

Pintu kaca ruangan itu pun ditutup para staf. Peliput dan beberapa staf gubernur pun menunggu di luar ruang.

Ganjar Pranowo: Orangtua Jangan Ngapusi SKTM, Nanti Siswa Bisa Dicoret
tribunjateng/dok
Gubernur Ganjar Pranowo menelepon kepala sekolah hari-hari menjelang pengumuman PPDB Online 2018. Ganjar memastikan agar kepala sekolah verifikasi SKTM yang diajukan oleh calon orangtua siswa 

Ganjar berpesan bagi calon siswa (casis) yang berada di urutan akhir PPDB agar tidak berkecil hati, sekaligus tetap memantau urutan secara berkala hingga batas akhir penentuan.

Menurutnya, masih ada kemungkinan urutan tersebut berubah, bila ada casis lain yang dicoret lantaran melanggar ketentuan. Contohnya penggunaan SKTM tidak valid.

Ganjar pun membeberkan ada kenaikan jumlah SKTM yang dicoret. Data terbaru sebanyak 78.404 dokumen. Sebelumnya, data yang sudah dicoret sebanyak 78.065 dokumen, atau ada penambahan 359 dokumen pada hari Rabu.

"Keh bianget kui. Keh bianget (banyak banget itu. Banyak banget). Mungkin dalam beberapa jam ini, kalau kita temukan ya masih ada tambahan lagi. Jadi teman-teman ini masih pada bekerja, mereka juga pada stres, capek, tapi ya semangat," imbuhnya.

Alumnus UGM itu berujar masih menerima banyak pengaduan warga pada hari terakhir pengumuman PPDB. Ada yang mencantumkan bukti dalam pelaporan berupa rekaman. Ganjar memastikan casis yang terbukti melanggar atau menyalahgunakan SKTM meskipun sudah resmi diterima sekolah, dapat dikeluarkan sepihak.

"Maka saya ingatkan pada orangtua. Jangan ngapusi. Jangan ajarkan anak kita berbohong. Kalau masih nekat, risiko lho ya. Kami siap coret dan keluarkan," tegasnya. "Dan ingat, gubernurmu ini dulu SMA-nya swasta. Yo rapopo kok. Malah dadi gubernur," selorohnya.

Ganjar mengatakan Menteri Pendidikan dan Budaya menginginkan tidak ada lagi sekolah favorit, agar semua menjadi favorit. Bila ada sekolah yang tidak favorit, dinas dan pemerintah akan tahu, bahwa sekolah itu butuh difavoritkan.

Akan ubah kebijakan 

Ganjar Pranowo menegaskan akan mengubah kebijakan PPDB untuk tahun depan. Dia belum dapat menjelaskan secara rinci, serta akan berkonsultasi dengan menteri terkait. 

"Intinya yang miskin dikompetisikan dengan yang miskin. Saya mau konsultasi dengan dinas sosial agar kita menggunakan data kemiskinan satu sajalah. 

Sebelum mengakhiri sesi wawancara, Ganjar mengapresiasi Polda Jateng yang akan menindak penyalahgunaan SKTM berdasar pemalsuan dokumen. 

"Bagus. Ya biar belajar semuanya. Kan tidak boleh kita membuat sebuah kebohongan. Penipuan, pemalsuan, kan itu (penyalahgunaan SKTM) termasuk pemalsuan. Saya kira tindakan Polda baik untuk penegakkan hukum," tuturnya. (tribunjateng/cetak/dna)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved