Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wali Kota Semarang Tebar Ratusan Ribu Benih Ikan di Kolam Retensi Muktiharjo Kidul Untuk Hal Ini

Ada sebuah program penebaran ratusan ribu benih ikan di salah satu kolam retensi di sana.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: suharno
Humas Pemkot Semarang
Sambil duduk bersila, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) bersama jajarannya menebarkan benih ikan ke dalam kolam retensi di RW 25, Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (28/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) dikenal kerap melaksanakan kegiatan jalan sehat dan dialog bersama warga di berbagai kelurahan di Kota Semarang.

Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah, hari ini, Jumat (28/9/2018).

Biasanya, sambil berdialog, Hendi mendengarkan aspirasi para warga dan kemudian mencarikan solusinya melalui dinas-dinas terkait.

Dalam kegiatan itu, tak cuma jalan sehat dan dialog saja yang dilakukan.

Namun ada sebuah program penebaran ratusan ribu benih ikan di salah satu kolam retensi di sana.

Baca: Hore! Makan Sepuasnya Hanya Bayar Tiga Ribu Rupiah di Stadion Diponegoro Semarang

Sebanyak 200 ribu benih ikan nila, karper dan nilem pemberian dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) itu ditebar.

Saat proses penebaran di tepi kolam, Hendi dan para jajarannya tampak melakukannya sambil berdiri.

Namun, Hendi terlihat sedikit kesulitan dan kemudian memilih menebar benih sambil duduk bersila.

“Bahaya ini kalau nyemplung,” ujarnya diikuti tawa orang disekitarnya.

Para pejabat di lokasi itu pun mengikuti Hendi menebar benih sambil duduk.

Sementara itu, Hendi berharap bahwa benih-benih ikan tersebut dapat tumbuh dan nantinya potensi ekonomi di wilayah itu dapat berkembang.

Ia mengimbau kepada para warga agar tidak memancing dahulu sebelum ikan-ikan tersebut sekiranya sudah tumbuh besar.

“Supaya ikannya besar-besar dulu, nanti baru dipancing. Kalau perlu dibikin program selama satu bulan ke depan dilarang mancing dulu,” tutur Hendi saat sambutannya.

“Ini potensi ekonominya luar biasa. Saya rasa ini perlu dirawat dengan baik,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved