Kisah Dwi, Warga Karanganyar, saat Gempa dan Tsunami Palu. Naik ke Bungkit dan Hampir Pingsan
Sebulan yang lalu, mereka merantau ke Palu, Sulawesi Tengah, untuk bekerja sebagai tukang bangunan
Penulis: Yasmine Aulia | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yasmine Aulia
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Enam dari 12 warga Karanganyar yang jadi korban bencana di Palu telah tiba kembali di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (5/10/2018) pagi.
Sebulan yang lalu, mereka merantau ke Palu, Sulawesi Tengah, untuk bekerja sebagai tukang bangunan.
"Kami diajak untuk bekerja di sana, saat kejadian itu sedang bangun perumahan di area Palu Timur," tutur Dwi Purnomo (40) asal Karangpandan, Karanganyar.
Pada tanggal 31 Agustus 2018, mereka tiba di Palu. Kemudian mulai bekerja pada 2 September 2018 di wilayah Palu Timur.
Hari-hari selama hampir sebulan mereka bekerja sebagai tukang bangunan di Palu berjalan seperti biasa.
Namun berbeda pada sore hari, Jumat (28/9/2018), saat perjalanan pulang 12 orang warga Karanganyar ini dari lokasi proyek ke mess mereka tidak seperti biasanya.
Gempa dirasakan semua yang berada di atas pickup pengangkut 12 orang warga Karanganyar itu.
"Kemudian kami terus melanjutkan perjalanan menuju mes, letaknya sekitar 500 m dari pesisir pantai, yaitu di Kelurahan Birobuli, Palu Timur.
Kondisi semua aspal telah retak, air pdam juga berhamburan kemana-mana, suasana saat itu sangat kacau," kisah Dwi pada Tribunjateng.com.
Dwi melihat ribuan orang berlarian menuju ke arah pick-upnya sambil berteriak-teriak. "Air... air naik, air naik . . .," seru masyarakat sambil berlarian.
Supir pick up sempat kebingungan kemana harus mengemudikan lajunya, Dwi pun mengajak rekan-rekannya untuk turun dari pick up dan berlari menuju ke arah dataran tinggi.
Namun hanya 6 dari 12 orang yang menyetujui ide tersebut, termasuk Dwi.
Kemudian enam orang asal Karanganyar itu berlarian dan berjalan seperti masyarakat lainnya menuju perbukitan dengan menempuh waktu sekitar 1,5 jam.
"Beberapa rekan hampir pingsan, posisi itu kami sehabis pulang kerja jadi memang badan capek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dwi-purnomo-warga-asal-karanganyar-ceritakan-kisahnya_20181005_160753.jpg)