Nilai Ekonomis Hingga Nilai Humanis Ada di Lomba Taman Herbal Bejo
Pengetahuan masyarakat terkait budidaya jahe merah, tanaman fokus di lomba ini semakin baik.
Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah | Editor: suharno
Laporan Reporter Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Juri-juri yang melakukan penilaian Lomba Taman Herbal Bejo 2018 menuturkan ada peningkatan dan perbaikan lomba tahun ini dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, Jumat (5/10/2018).
Pengetahuan masyarakat terkait budidaya jahe merah, tanaman fokus di lomba ini semakin baik.
Ketua juri, Sudjito dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang memuji para peserta yang bahkan telah uji coba dengan menanam jahe merah di beragam media.
"Perbaikan mengenai budi daya jahe merah sudah ada peningkatan dibandingkan dua tahun sebelumnya, bahkan ada yang uji coba dengan menanamnya di beragam media meskipun masih standar," jelasnya.
Baca: Dewan Juri Pilih 12 Taman Herbal Bejo Bintang Toedjoe Terbaik
Meski begitu, tidak bisa dipungkiri bahwa tantangan terberat juga ada yakni perihal cuaca.
Luki Triatmoko dari Bidang Pertamanan Disperkim Kota Semarang menjelaskan bagaimana suhu dan cuaca kemarau menjadi tantangan itu
"Namun melihat tatanan tahun ini, yang terberat adalah cuaca seperti suhu yang sangat panas dan kemarau cukup panjang. Lebih berat dibandingkan tahun lalu," ujarnya.
Karenanya, Marketing Promotion Bintang Toedjo Semarang Luhur Dwi Anggono memaklumi adanya jahe yang busuk, tanaman kering dan lainnya.
Meski begitu ia sangat mengapresiasi dan terus memberikan support kepada peserta.
Dirinya meyakinkan bahwa banyak nilai yang tersimpan dalam lomba ini, termasuk nilai ekonomi.
"Kami beri pelatihan ke Ibu PKK yang merupakan peserta, bahwa lomba ini ke depan ada sisi ekonominya juga. Jika suatu saat nanti panen, maka ibu bisa datang ke Bintang Toedjoe atau langsung menjualnya ke pasar," jelasnya.
Uang yang didapatkan dari penjualan itu dapat digunakan untuk merawat taman-taman yang saat ini diikutsertakan lomba.
Selain itu, Luhur juga menjelaskan bahwa ada nilai edukasi dan nilai humanis di sini.
Sebab banyak sekali aspek yang menjadi standar penilaian, mulai dari budi daya jahe hingga keaktifan dan gotong royong oleh peserta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bejo_20181005_225612.jpg)