Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Rektor IPDN Puji Bupati Karanganyar dan Merasa Juliyatmono Miliki Kepemimpinan Asta Brata

Rektor Institut Pemerintahaan Dalam Negeri (IPDN), Ermaya Suradinata, berkali-kali memuji Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Tayang:
Penulis: Yasmine Aulia | Editor: suharno
Istimewa
Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan kenang-kenangan Tridarma kepada Rektor IPDN, Ermaya Suradinata 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yasmine Aulia

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Rektor Institut Pemerintahaan Dalam Negeri (IPDN), Ermaya Suradinata, berkali-kali memuji Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Orang nomor satu di IPDN tersebut mengakui Juliyatmono mempunyai disiplin kepamongan yang tinggi.

Hal tersebut dipaparkan oleh Ermaya Suradinata dalam acara Ramah Tamah dengan bupati Karanganyar, IPATK, dan mahasiswa IPDN di pendopo Rumah Dinas Bupati, Minggu (18/11/2018).

Menurutnya, bupati Juliyatmono sangat dekat dengan masyarakat dan terpilih untuk kedua kalinya.

“Kepamongan itu ditunjukkan dengan dekat dengan masyarakat. Saya menilai pak Bupati mempunyai kepemimpinan asta brata, yakni kepemimpinan yang harus meletak pada diri seorang pamong praja," papar Ermaya.

Baca: Hasil Tes SKD CPNS 2018 di Jateng dan Daerah Lain, Peserta Lolos Passing Grade Cek di Sini

Dia menambahkan kepemimpinan Asta Brata adalah pemberian Tuhan yang maka kuasa dan tidak semua orang mendapatkannya.

Contohnya adalah kepimpinan matahari maka seorang pemimpin bisa memberikan pencerahaan dan semangat yang tinggi.

Menghidupkan alam dan mensejahterakan masyarakat dengan pelayanan yang baik.

Itulah yang dinamakan kepempinan Matahari. Kemudian, pada diri Bupati juga ada kempimpinan bulan.

Yakni pemimpin yang dapat memberikan penerangan dikala kegelapan.

"Seorang pemimpin itu untuk mencapai sesuatu yang besar, harus dipikirkan dari mulai yang kecil dan melakukannya dengan cepat. Yakni cepat tanggap, cepat temu, cepat tepat, cepat tindak, dan cepat tuntas," imbuhnya, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com.

Seorang pamong praja, menurutnya harus mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Seorang dikatakan sukses manakala dia bisa mensyukuri apa yang telah dimiliki. Kemudian, pemimpin itu juga harus seperti air.

Dia menjelaskan air turun ke bawah melambangkan, seorang pemimpin harus terjun ke bawah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved