Kisah Slamet Bikin Etalase Makanan Gratis di Purwokerto
Etalase kaca mirip lapak jualan di pojok kios miliknya di komplek kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
"Ini biar praktis. Selama ini bagi-bagi di jalan. Tapi kendala kalau lagi hujan atau ada kesibukan lain. Makanya saya bikin konsep seperti ini,"katanya
Kotak nasi gratis ini bukan hanya berguna bagi dia yang hobi bersedekah. Ia sekaligus memfasilitasi donatur lain yang ingin menitipkan makanannya agar diambil orang yang membutuhkan Tentunya, mereka tak perlu repot mencari orang-orang tersebut di jalan raya sebagaimana dilakukan pada umumnya.
Tak dinyana, kreatifitasnya ini ternyata mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Kini, setiap hari, ada saja orang yang menyedekahkan makanannya melalui kotak tersebut.
Makanan atau minuman itupun selalu habis diambil mereka yang membutuhkan, mulai pemulung, tukang parkir, santri hingga mahasiswa.
Kisah itu pun cepat viral ketika diposting di dunia maya hingga dibanjiri komentar positif dari warganet.
Slamet berencana membuka cabang dengan menambah etalase makanan ini di tempat lain. Dengan demikian, apa yang ia lakukan bisa memberi manfaat kepada lebih banyak orang.
Seorang warga Makasar bahkan tergugah untuk meniru lakunya usai membaca postingannya di media sosial.
Ia langsung memesan dua etalase kepada Slamet agar ditempatkan di dua lokasi di seputaran kota Purwokerto.
"Dia transfer. Suruh dibuatkan dua etalase. Rencana mau saya tempatkan di dua sekitar masjid alun-alun dan Sokaraja,"katanya
Sikun, tukang parkir di komplek kampus Unsoed mangaku bersyukur dengan keberadaan kotak makanan gratis itu.
Sebelum kotak itu berada, ia mengaku kerap menerima sedekah makanan dari donatur, di antaranya dari Slamet.
Mereka biasanya membagikan langsung makanan itu ke orang-orang yang membutuhkan, semisal tukang becak, tukang parkir dan pemulung.
Keberadaan kotak makanan gratis itu tak lantas menghilangkan aksi bagi sedekah langsung. Sebagian donatur kini memilih menitipkan makananya di etalase.
Ada juga yang memilih mengasih langsung sedekah makanannya ke penerima.
"Kalau pak Slamet dari dulu sudah sering kasih makanan. Sekarang juga masih ada yang suka kasih langsung,"katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/etalase-kaca-mirip-lapak-jualan-di-pojok-kios-di-komplek-kampus-unsoed.jpg)