Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Malam Pergantian Tahun 2019, Hotel Grasia Semarang Adakan Tausiah

Diisi oleh ustaz Usep Badruzzaman, acara ini mengusung tema Gala Dinner Muhasabah dan Hijrah 2018, di Hotel Grasia Semarang

Penulis: faisal affan | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/ FAIZAL M AFFAN 
Ustadz Usep Badruzzaman sedang memberikan tausiah sebelum pergantian tahun 2018-2019 di Hotel Grasia Semarang, Senin (31/12/2018) tengah malam. Dalam tausiahnya, ia ingin masyarakat indonesia bermuhasabah untuk mendapatkan kemuliaan dari Allah di tahun berikutnya.  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di malam pergantian tahun 2018-2019, banyak hotel di Kota Semarang yang mengadakan pesta kembang api.

Namun lain halnya dengan Hotel Grasia Semarang yang justru mengadakan pengajian.

Diisi oleh ustaz Usep Badruzzaman, acara ini mengusung tema Gala Dinner Muhasabah dan Hijrah 2018.

Di Merapi Ballroom hotel, Usep berdakwah tentang cara Allah menguatkan pondasi seorang manusia.

"Jika bapak ibu yang ada di sini pernah dikhianati, disakiti, diuji kebangkrutan, ditinggalkan orang yang paling disayang. Itulah sebuah proses membentuk pondasi kehidupan yang semakin kokoh," terangnya, Senin (31/12) tengah malam.

Usep juga bercerita tentang kisah nabi Yusuf dan Muhammad, yang sebelum mendapatkan kemuliaan dari Allah, mereka harus menerima berbagai cobaan.

Ia menegaskan, tidak ada manusia di dunia yang tidak diberi cobaan.

"Nabi yang notabennya merupakan manusia paling mulia saja harus dikuatkan pondasinya melalui berbagai cobaan. Apalagi kita manusia biasa yang masih banyak dosa. Saya tegaskan, cobaan-cobaan yang diberikan Allah tidak berbahaya untuk kehidupan masa depan. Yang berbahaya justru berburuk sangka kepada Allah," tegasnya.

Berburuk sangka yang dimaksud Usep yakni sudah tidak percaya lagi dengan kemampuan Allah dan menganggap Allah sebagai Tuhan yang jahat.

Ciri-ciri orang yang berburuk sangka kepada Allah yakni kerap mengeluhkan kehidupannya.

"Stop mengeluh. Karena itu bentuk sikap kita berburuk sangka kepada Allah. Jangan pernah mengeluh miskin, mengeluh mendapat anak yang tidak normal, mengeluh mendapat pasangan yang tidak sesuai, mengeluh dalam pekerjaan, dan keluhan-keluhan lain. Karena di balik itu, Allah punya rencana yang tidak kalian ketahui," beber Usep.

Banyaknya rentetan bencana yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2018, juga merupakan sebuah bentuk penguatan pondasi dari Allah.

Usep yakin, jika masyarakat Indonesia mau bermuhasabah (intropeksi diri), maka negara ini akan mendapatkan kemuliaan tertinggi di mata Allah.

"Bencana-bencana yang kerap terjadi merupakan rencana Allah untuk memuliakan negara ini. Maka ketika mengalami musibah yang sudah ditakdirkan, sebagai umat Islam sebaiknya menerima dengan ikhlas," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved