Penyaluran Kredit UMKM Tahun Ini Bakal Makin Deras
Penyaluran kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diproyeksi masih akan mengalir deras sepanjang tahun ini.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Penyaluran kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diproyeksi masih akan mengalir deras sepanjang tahun ini.
Sejumlah bank masih berencana akan mengoptimalkan pertumbuhan double digit pada segmen ini dengan tetap menjaga rasio kredit bermasalah di level aman.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2018, rasio non-performing loan (NPL) kredit UMKM di level 3,78 persen atau membaik dari posisi sama tahun sebelumnya di level 4,42 persen.
Padahal, penyaluran kredit UMKM pada periode itu tercatat cukup deras, tumbuh 11 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 951,8 triliun.
Satu bank yang masih menargetkan kredit UMKM tumbuh besar adalah PT Bank OCBC NISP Tbk. Direktur Utama ÓCBC NISP Parwati Surjaudaja menargetkan pertumbuhan kredit UMKM hingga 20 persen yoy pada 2019.
"Meski target naik tinggi, rasio NPL kredit UMKM itu diproyeksi tidak banyak berbeda dari 2018 lalu, yaitu di bawah 2,5 persen," katanya, kemarin.
Direktur utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Suprajarto menargetkan kontribusi kredit UMKM mencapai 77 persen dari total kredit di 2019.
Hingga September 2018, kontribusi kredit UMKM BRI sudah mencapai 76,9 persen dari total kredit, atau sekitar Rp 621,8 triliun, dengan NPL gross di level 2,5 persen.
Menurut dia, bank dengan sandi saham BBRI itu akan menggunakan jaringan agen BRILink yang sudah mencapai lebih dari 360.000 orang untuk mencapai target tersebut.
Maksimalkan digitalisasi
Selain itu, dia menambahkan, BRI juga bakal memaksimalkan digitalisasi pada proses kredit UMKM sehingga lebih cepat yang disebut BRISpot.
"Selain itu, BRI menggelar program pemasaran berbasis digital, seperti Indonesia Mall, serta kegiatan inkubasi bisnis untuk mendorong pelaku usaha UMKM naik kelas," jelasnya.
Adapun, bank kecil seperti Bank Sampoerna pun tak mau ketinggalan mengecap manisnya bisnis kredit di segmen UMKM itu.
Direktur Bisnis UKM, Funding, Financial Institutions dan Jaringan Kantor Bank Sahabat, Ong Tek Tjan menargetkan kredit UMKM dapat tumbuh 15 persen yoy sepanjang tahun ini.
Menurut dia, Bank Sampoerna akan mengoptimalkan strategi pemasaran untuk bisa mencapai target tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-rupiah-nilai-tukar-rupiah.jpg)