Perbankan Meneropong Potensi Kredit Komersial 2019
Tahun ini sejumlah bank mulai mendongkrak pertumbuhan bisnis kredit komersial.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Tahun ini sejumlah bank mulai mendongkrak pertumbuhan bisnis kredit komersial. Satu di antaranya Bank BNI yang memprediksi segmen ini dapat tumbuh hingga belasan persen di tahun ini.
Direktur Keuangan BNI, Anggoro Eko Cahyo menjelaskan, sampai saat ini kondisi rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di sektor kredit komersial masih relatif stabil. Menurut dia, posisi NPL sektor itu lebih baik dibandingkan dengan kuartal III/2018 yang berada di level 2,7 persen.
"Kondisi ini (perbaikan NPL-Red) merupakan efek dari strategi pengelolaan kualitas aset BNI dengan ekspansi selektif untuk kredit baru, serta penyelesaian kredit bermasalah melalui remedial dan restrukturisasi," ujarnya, Rabu (9/1).
Sampai November 2018, penyaluran kredit BNI untuk segmen tersebut tercatat mengalami pertumbuhan sekitar 12-13 persen year on year (yoy).
PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) juga setuju kredit komersial berpotensi tumbuh tahun ini. Sekretaris Perusahaan Bank Sumut, Syahdan Siregar mengatakan, NPL kredit komersial perseroan sudah mencapai 4,78 persen per akhir 2018.
Agar NPL tidak melambung, Bank Sumut sudah lebih selektif dalam penyaluran kredit ke segmen ini. Hal itu terlihat dari realisasi pertumbuhan kredit komersial hingga akhir 2018 hanya 5,5 persen secara yoy.
Tahun ini, Bank Sumut memasang target pertumbuhan kredit komersial 19,69 persen atau naik Rp 3,8 triliun. Hanya saja, Syahdan belum dapat merinci besaran realisasi kredit komersial di tahun lalu.
"Fokus kami (tahun ini-Red) ke kredit multiguna, kredit pensiunan, kredit korporasi dan sindikasi," jelasnya.
Membaik
Adapun, Direktur Strategi Risiko dan Kepatuhan Bank Tabungan Negara (BTN), Mahelan Prabantarikso menyatakan, NPL kredit sektor komersial di BTN telah membaik.
Setelah sempat menyentuh 4,96 persen pada pertengahan tahun lalu, per akhir 2018 lalu posisi NPL kredit komersial BTN sudah menurun ke bawah 4,25 persen.
"Ini (perbaikan NPL-Red) berkat manajemen risiko yang dalam setahun terakhir," ujarnya.
Untuk mengoptimalkan kredit komersial, Mahelan menuturkan, pada 2019 ini BTN bakal meningkatkan suplai perumahan. Caranya dengan mengoptimalkan construction value chain dan pipeline debitur konstruksi.
Bank spesialis pembiayaan perumahan itu juga akan menggalakkan program pemerintah seperti sejuta rumah dan pembangunan transit oriented development (TOD) di wilayah Jabodetabek.
"Program pemerintah dan TOD masih tetap menjadi fokus BTN selain kerja sama yang telah dilakukan dengan beberapa BUMN Karya untuk mendukung sinergi BUMN serta menekan angka kredit bermasalah," paparnya.
Tahun lalu pertumbuhan kredit komersial BTN mencapai 15 persen. Tahun ini, BTN memproyeksikan pertumbuhan di kisaran yang sama.