Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sejarah Cap Cai atau Capcay, Kurang Populer di China, Ini Alasannya

Meskipun kondang di Indonesia, tetapi hidangan asal China ini justru tidak dikenal di negerinya sendiri

Editor: muslimah
Shutterstock
Kuliner Cap Cay 

TRIBUNJATENG.COM - Popularitas cap cai di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, tak perlu diragukan lagi.

Cap cai selalu lekat di benak sebagai aneka sayur yang berkuah dengan cita rasa gurih.

Meskipun kondang di Indonesia, tetapi hidangan asal China ini justru tidak dikenal di negerinya sendiri.

Bagaimana bisa?

Hal ini ternyata berkaitan dengan asal-usul cap cai itu sendiri.

Dulu, cap cai sesungguhnya merupakan upaya spekulatif koki istana memasak sisa-sisa sayuran.

“Di zaman dinasti, raja tidak mau makan makanan sisa,” ujar pakar kuliner peranakan Tionghoa, Aji Bromokusumo kepada KompasTravel Rabu (16/1/2019).

Akhirnya, daripada membuang banyak bahan sayur yang tidak habis, koki istana berinisiatif mencampurkan aneka macam sayuran tersebut menjadi masakan baru.

Lambat-laun, cap cai pun dipandang sebagai makanan murahan. Karena dibuat dari bahan-bahan sisa, cap cai tidak dianggap sebagai "masakan".

Lalu, bagaimana orang-orang Indonesia bisa mengenal cap cai?

O

Kuliner cap cai.(Shutterstock) 

Kemungkinan besar, cap cai dibawa dari daerah Fujian, wilayah menetapnya orang-orang Hokkian.

Dalam perkembangannya, orang-orang Hokkian inilah yang dominan secara jumlah dari etnis Tionghoa di Indonesia.

Menurut Aji, para imigran Tionghoa yang tiba di Indonesia turut memasak cap cai karena negeri ini kaya akan aneka jenis sayur-mayur.

Di sisi lain, pangan daging tidak begitu terjangkau. Tak heran bila cap cai yang berbasis sayuran dan mudah dibuat menjadi andalan dalam kondisi tersebut.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved