Sejarah Cap Cai atau Capcay, Kurang Populer di China, Ini Alasannya
Meskipun kondang di Indonesia, tetapi hidangan asal China ini justru tidak dikenal di negerinya sendiri
Hal ini pula yang membuat cap cai tidak punya pakem khusus menyangkut jenis sayur-mayur yang terkandung di dalamnya.
“Bebas. Terserah mau isinya apa, campurkan semuanya, sah,” tegas Aji.
Asal-muasal ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa istilah “cap cai” bermakna “sepuluh macam sayuran” (cap: sepuluh; cai: sayuran).
Aji menyimpulkan, anggapan ini kemungkinan besar salah kaprah. Kesimpulan itu dapat diselidiki dari asal-usul kata pembentuk “cap cai”.
Istilah “cap cai” dibentuk oleh kata “za” yang berarti campuran dan “cai” yang berarti sayuran, dalam bahasa Mandarin.
Dalam dialek Hokkian, “campuran” disebut sebagai “cap”. Kata itu punya kesamaan lafal dengan “cap” yang berarti sepuluh, tetapi berlainan versi huruf kanjinya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ternyata Cap Cai Tidak Dikenal di China
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kuliner-cap-cayshutterstock.jpg)