Pemkab Kebumen Targetkan Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong Diakui UNESCO
Pengembangan geowisata jadi isu penting di tengah masih tingginya angka kemiskinan di Kebumen.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih pujo asmoro
Prinsip pengembangan geopark harus mengutamakan konservasi, edukasi dan ekonomi lokal.
Pengelolaan geowisata pun mestinya diserahkan ke masyarakat, bukan pihak swasta yang cenderung memonopoli.
"Kesadaran masyarakat, alam sekitar punya potensi untuk mengelolanya butuh keterlibatan besar masyarakat," terang dia.
Pembangunan infrastruktur pendukung geowisata pun harus diatur jangan sampai menghalangi pemandangan situs geologi (geosite) atau bahkan merusak fisiknya yang melanggar prinsip konservasi.
Karena itu, kesadaran maupun Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat setempat atau pengelola wisata perlu ditingkatkan.
Edi melihat potensi besar terkait pengembangan geopark Karangsambung-Karangbolong.
Setiap tahun, tidak kurang dari 4.000 mahasiswa atau pelajar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berkunjung ke Karangsambung untuk berburu ilmu pengetahuan.
Jika geowisata berhasil dikembangkan, segmentasi pengunjung geopark bukan hanya kaum pendidikan, melainkan juga masyarakat umum yang ingin berburu keindahan alam sekaligus menambah pengetahuan soal kebumian.
"Jika untuk pasar mahasiswa atau pelajar sudah."
"Nanti masyarakat awam di luar itu juga kita bidik."
"Karena konsep perlindungan cagar alam bukan cuma harus diketahui pelajar atau mahasiswa," tambahnya.
Sementara menurut Peneliti utama Lipi Chusni Ansori, di kawasan Cagar Alam Geologi Nasional Karangsambung tedapat beragam jenis batuan purba yang mestinya ada di dasar samudera namun terangkat ke permukaan, karena proses subduksi selama ratusan juta tahun.
Sementara di karangbolong ada Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) yang unik.
Dua kawasan itu disatukan dalam Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong dari yang membentang dari pegunungan utara hingga selatan.
"Kita mengusung tema lantai samudera. Untuk mengetahui dasar samudera, 4.000 meter di bawah laut, datang ke Karangsambung," tandasnya. (*)