Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pernyataan Kontroversial Walikota Semarang, Ini Tanggapan Kubu Prabowo Hanum Rais-Suryo Prabowo

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, melontarkan pernyataan menuai kontroversi publik hingga menjadi viral.

Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) akhirnya memberikan respon terkait kontroversi dari pernyataannya tentang jalan tol yang ditulis di berbagai media. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, melontarkan pernyataan menuai kontroversi publik hingga menjadi viral.

Pernyataan tersebut soal larangan menggunakan jalan tol apabila tidak mau mendukung petahana Joko Widodo (Jokowi), pada Sabtu (2/2/2/019).

Menanggapi hal itu, penulis Hanum Salsabiela Rais, Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik, hingga mantan Kepala Staf Angkatan Darat Suryo Prabowo angkat bicara.

Dilansir oleh TribunWow.com, hal itu tampak melalui akun Twitter pribadi mereka.

Walikota Semarang Angkat Bicara Terkait Pernyataan Kontroversial : Jalan Tol Memiliki Manfaat Besar

Wali Kota Semarang Hendi : Jadi Bangun Tol Untuk Seluruh Masyarakat kan?

Mengomentari pernyataan wali kota Semarang, Hanum Rais menyindir beberapa pernyataan viral seperti #YangGajiKamuSiapa dan #RomiMakelarDoa.

Hanum Rais memprediksi akan ada banyak pernyataan-pernyataan seperti itu ke depannya.

Oleh karena itu, Hanum Rais meminta semuaya bersabar hingga Pemilu 17 April 2019 mendatang.

"Pemimpin #JanganpakaiTOL mgkn memberi kode pd penguasa, bahwa ia sedang dibidik hukum.

Termasuk kemarin #YangGajiKamuSiapa atau #RomMakelarDoa So, ke depan akan makin banyak statement spt ini.

Bersabarlah krn hukum akan terus tumpul ke atas atau ke kroni2nya hingga 17 April," tulis Hanum Rais, Minggu (3/2/2019).

Sementara itu, Rachland Nashidik mengatakan bahwa tol yang dimaksud oleh wali kota Semarang telah dibangun sejak era presiden sebelumnya.

"1. Tol ini sudah dibangun sejak Pemerintahan SBY.

2. Tidak dibangun oleh duit pribadi Jokowi.

3. Masuk harus bayar.

Tapi Pak Wali merasa kuasa mengatur pilihan politik dan duit orang lain. Pikiran begini kita sebut ....?

#SaveRockyGerung," kata Rachland Nashidik.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved