12 Orang Telah Mengajukan Pindah Lokasi Mencoblos di Kabupaten Semarang

Dua belas orang, baik dari kalangan mahasiswa, karyawan, hingga pegawai negeri sipil (PNS) telah mengajukan izin pindah tempat pemungutan suara (TPS).

12 Orang Telah Mengajukan Pindah Lokasi Mencoblos di Kabupaten Semarang
Tribun Jabar/Deni Denaswara
ILUSTRASI tinta Pemilu 

Ia mengaku kurang mengetahui detail acara sosialisasi tersebut.

"Namun kami mendukung pemilihan umum ini dengan menggerakkan mahasiswa untuk menggunakan hak pilihnya," ujarnya.

Universitas Ngudi Waluyo sendiri memang banyak diminati oleh mahasiswa di luar Semarang, bahkan luar Pulau Jawa.

Saat momen pemilu kampus memang memberikan libur, namun bagi mahasiswa luar daerah, mereka tidak dapat pulang hanya untuk mencoblos.

Selain waktu yang panjang untuk pulang kampung, biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Seperti yang dialami oleh Angelina Nahak (20), mahasiswa asal Rote, Nusa Tenggara Timur.

Dipanggil Bawaslu Terkait Deklarasi Dukungan Jokowi-Maruf, Mundjirin Akui Hadiri Kegiatan Itu

Ia tak bisa pulang ke kampung halaman hanya untuk mencoblos.

Mahasiswa semester 2 tersebut mengaku akan pulang setelah ia menyelesaikan studinya.

Bahkan saat Natal tempo hari ia tidak pulang ke rumah karena biaya yang cukup besar.

"Kalau hanya mencoblos, saya tak pulang," ujarnya.

Meskipun momen memilih pemimpin negara hanya lima tahun sekali, Angelina tetap tak bisa memaksakan diri untuk pulang.

Namun ia tetap akan mendukung pemilihan ini dengan mengajukan KTP elektroniknya agar bisa memilih di sekitar asrama bersama kawan-kawan lainnya. (*)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved