Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

FOCUS

Murid Hina Guru, Mau Jadi Apa Kau?

Jagat maya dihebohkan beredarnya video seorang guru SMP PGRI Wringinanom, Gresik, Jawa Timur yang dihina oleh siswanya di dalam kelas.

Penulis: m nur huda | Editor: m nur huda
Istimewa
Wartawan Tribun Jateng Mukhamad Nur Huda 

Ditulis Oleh Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM - Jagat maya dihebohkan beredarnya video seorang guru SMP PGRI Wringinanom, Gresik, Jawa Timur yang dihina oleh siswanya di dalam kelas.

Cerita berawal saat kegiatan belajar mengajar (KBM), ada siswa yang merokok dalam kelas, kemudian sang guru berupaya menegur. Bukan ditaati, justru malah ditantang berkelahi.

Siswa tersebut bahkan dengan jumawa, tetap merokok, duduk di meja, memegang kepala dan memegang kerah baju sang guru, serta mengeluarkan perkataan yang sangat tidak sepantasnya dilontarkan seorang murid pada gurunya.

Dalam video tersebut, seorang guru honorer yang belakang diketahui bernama Nur Khalim (30), nampak sabar menerima penghinaan. Dia hanya diam, tidak melakukan perlawanan.

Setelah video tersebut viral, dilakukan mediasi antara sang guru, siswa, dan orangtua siswa oleh pihak kepolisian.

Guru Honorer yang Dihina Siswa SMP: Sebenarnya Ingin Balas, Tapi Kalau Pukul Langgar HAM

Sang murid meminta maaf, menangis dan memeluk Nur Khalim. Begitupun orangtua siswa, Slamet Riyanto (40), juga meminta maaf atas kelakuan anaknya.

"Ke depan saya akan membimbing anak saya sepenuh hati terus-menerus sampai jenjang sekolah selesai," ucap Slamet Riyanto kepada Tribunjatim.com.

Sementara Nur Khalim, menyebut bahwa dirinya telah memaafkan perilaku muridnya sebelum adanya mediasi. Dia juga ingin permasalahan selesai di sini.

WAWANCARA KHUSUS: Guru SMP yang Dihina Siswanya Hanya Digaji Rp 450.000 Sebulan

“Saya sudah memaafkan sejak jauh-jauh hari, permasalahan ini semoga cepat selesai,” ujarnya.

Nur Khalim juga mengungkapkan, bagaimanapun siswa tersebut adalah anak didiknya. Sehingga, ia juga memiliki rasa tanggungjawab untuk mendidik agar lebih baik. "Dia juga anak saya," tutur Nur Khalim.

Melihat peristiwa ini, tentu membuat siapapun mengelus dada. Bagaimana mungkin siswa bisa menyerap ilmu yang diberikan guru, jika rasa menghormati sebagai landasan dasar orang mencari ilmu saja tidak dimiliki. Mau jadi apa kau?

Dalam kitab klasik populer yang jadi kajian wajib di kalangan pesantren, Ta’limul Muta’alim, karya Syaikh az-Zarnuji, ada enam syarat seseorang dalam menuntut ilmu. Salah satunya, irsyadu ustadzin, artinya, mengikuti petunjuk guru.

Siswa SMP yang Bentak dan Pegang Kepala Guru Kini Nangis dan Minta Maaf

Dalam menuntut ilmu, seseorang harus mengikuti petunjuk guru dan tidak boleh menyimpulkan sesuatu secara serampangan. Hal ini, tentunya menuntut seorang murid taat dan menghormati sosok guru secara utuh.

Ketika ada kasus murid melawan guru, maka butuh penekanan pada pendidikan karakter. Sebab pendidikan bukan sekadar sebagai media mengembangkan kemampuan semata, namun juga membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved