Aksi Bripda F yang Bubarkan Balapan Liar di Sragen Malah Berujung Disidang Propam

Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, menyatakan orang yang menghajar pebalap liar di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah adalah anggotanya.

Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: suharno
HUMAS POLRES WONOGIRI
Suasana lokasi kejadian sejumlah pebalap liar beraksi di Kabupaten Sragen. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, menyatakan orang yang menghajar pebalap liar di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah adalah anggotanya.

Aksi itu sempat direkam oleh warga dan menjadi viral di media sosial, belum lama ini.

"Inisial Bripda F," katanya di Mapolres Wonogiri, Rabu (13/2/2019).

Melengkapi, Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono menuturkan Bripda F adalah warga Kabupaten Sragen.

"Saat kejadian, dia sedang lepas dinas. Kebetulan dimintai tolong warga setempat yang resah dengan aksi balapan liar. Katanya sempat menegur secara halus tapi orang-orang yang balapan itu malah misuh, nantang, ada beberapa juga yang bleyer-bleyer," ujar Iwan.

Viral Video Pembalap Liar di Sragen Dipukuli Warga, Ini Penjelasan Pengunggahnya

Empat Siswa SMP yang Keroyok Cleaning Service Dikeluarkan, Guru BK: Kalau Tidak, Saya yang Pindah

Lirik Mars Pandu Bangsa Gerindra, Iramanya Dituding Mirip Venceremos Lagu Komunis Chile

8 Fakta Ayah Perkosa Anaknya Selama 5 Tahun, Berawal Rasa Cemburu dengan Calon Menantu

Iwan berujar aksi pembubaran yang diwarnai baku hantam itu memang sempat viral di media sosial.

"Ada pro kontra antar warganet. Ada yang membully tapi tidak sedikit yang mengapresiasi keberanian Bripda F. Karena para pelaku balapan liar memang sangat meresahkan warga. Bisa mengakibatkan timbulnya fatalitas korban akibat laka di area balap liar tersebut," jelas Iwan.

Aksi heroik itu, tambah Iwan, sekaligus merupakan pil pahit bagi Bripda F.

Dia mengatakan Propam Polres Wonogiri sudah melakukan pemeriksaan anggota berpangkat brigadir polisi dua itu, belum lama ini.

"Selama proses pengusutan berlangsung F berdinas seperti biasa, tetapi dalam pengawasan," ujar Iwan.

Tribunjateng.com mendapat kesempatan wawancara Bripda F, anggota Unit Sabhara Polsek Eromoko, Polres Wonogiri.

Wawancara melalui telepon, Rabu (13/3/2019) sore.

Dia membeberkan detik-detik aksinya membubarkan balap liar di Kabupaten Sragen.

Aksi pembubaran balap liar itu pun viral di media sosial.

Ada warganet yang menghujat aksi pembubaran, tetapi tidak sedikit yang mengapresiasi.

Berikut kutipan wawancara antara Bripda F dan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo.

Bagaimana cerita sebenarnya di balik peristiwa baku hantam pembubaran balap liar yang sempat viral di medsos?

Pertama saya sedang nongkrong di warung HIK (angkringan) milik teman saya. Setelah itu saya lihat kok ada balapan.

Saya sempat tegur kok motornya malah dibleyer-bleyer, malah dinaik-naikkan gitu lho.

Bahasa kerennya diumbul-umbulkan.

Waktu itu saya lihat warga di seberang jalan itu membuat tongkat, istilah bahasa jawanya gebuk.

Saya menyeberang jalan, hampir keserempet sama motor-motor tadi.

Saya sempat kejar, tetapi gak dapat.

Lalu saya mendatangi warga tadi.

Warga langsung saya beri pertanyaan begini," ada apa ini pak?"

Mereka jawab,"Gini pak, kok tidak kapok ya. Kemarin habis ada kecelakaan, kok balapannya masih kayak gini terus.

Masalahnya kan di belakang toko-toko ini belakangnya kampung, ada ibu-ibu, anak-anak tidur, kan terganggu.

Intinya meresahkan."

Karena spontanitas, intinya saya bantu warga membubarkan kejadian itu.

Kemudian? Apakah Anda sempat terpancing?

Karena ada keluhan masyarakat tadi, ya saya spontanitas.

Apakah Anda sempat memperingatkan?

Saya sudah memperingatkan, saya berusaha lambaikan tangan tapi karena mungkin terlalu banyak orang tidak kelihatan, atau gimana saya kurang tahu.

Intinya saya sudah memperingatkanlah.

Ada warganet yang menyayangkan aksi ringan tangan, bagaimana tanggapan Anda?

Saya tidak bermaksud untuk apa-apa.

Saya di situ karena lepas dinas dan karena ada laporan masyarakat,

Saya sebagai anggota Polri ya saya ikut membantu.

Saya minta maaf Apabila dalam perbuatan saya atau tingkah laku saya ada beberapa yang merasa terganggu.

Saya minta maaf. Karena manusia tidak luput dari salah dan dosa.

Pada intinya saya ingin melaksanakan tugas. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved