12 Tahun Terbentuk, Group Qosidah El Shida Semarang Pentas Hingga ke Mancanegara
Perkumpulan mayoritas perempuan gemar alat musik dan bernyayi lagu islami tersebut sudah ada sejak 12 tahun yang lalu.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: suharno
"Dah tu jadi dan sepakat digunakan sampai sekarang," kata Muthoharoh.
Berangkat dari tujuh personil dengan tiga di antaranya sebagai penyanyi, El Shida mulai merambah dan memperkenalkan diri kepada masyarakat.
Lambat laun, Muthoharoh dan kawan-kawan mulai diminta untuk menghibur para pecinta musik islami.
Dari satu panggung ke panggung lain, satu tempat ke tempat lain, bahkan dari suatu daerah ke daerah lain mulai didatanginya.
Hingga kini di awal 2019, pihaknya sudah biasa mendapat 10-15 orderan tiap bulannya.
"Paling banter 20 kali, dan ada yang 1 hari 2 kali pentas," ulas Muthoharoh.
Ditambahkan, selama 12 tahun berkarir, hampir di seluruh penjuru nusantara sudah didatanginya.
Bahkan, dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, El Shida sudah tampil hingga ke 2 negara lain, Hongkong dan Taiwan.
Orderan untuk mengisi hiburan diprediksi akan terus meningkat, terutama ketika musim puasa hampir tiba.
Dalam 3 tahun terakhir, El Shida mampu mengeluarkan 2 album yang dikemas pada volum 1.
Masing-masing album memiliki 10 daftar judul lagu dengan mayoritas adalah ciptaan sendiri.
Sementara pada tahun 2019 ini, Mutoharoh dan kawan-kawan bakal mengeluarkan sebuah album teranyarnya yang diperkirakan di rilis 2 bulan mendatang.
Sederetan judul lagu pada volum ke-2 tersebut sudah selesai dipersiapakan di Jakarta.
Uniknya, satu tembang di antaranya mengisahkan suatu kondisi nusantara dengan beberapa musibah melanda di mana-mana.
Tembang tersebut diberi judul "Negara Air Mata".