Dampak Tol Trans Jawa : Investasi di Jateng Terus Meningkat Pesat
Di Kota Semarang, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang hingga pertengahan Maret 2019
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Arus investasi di Jateng terus mengalami peningkatan pesat dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah daerah di provinsi ini sudah mencatatkan masuknya investasi di awal 2019.
Di Kota Semarang, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang hingga pertengahan Maret 2019 sudah mencatat investasi senilai Rp 2,5 triliun masuk di Kota Semarang.
Hal itu diungkapkan Kepala DPMPTSP Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki, dalam kegiatan Diseminasi Kebijakan Penanaman Modal di Dalam Negeri yang digelar di Hotel Grandhika, Selasa (26/3).
Ia mengakui angka itu belum signifikan, mengingat target investasi yang dipatok Pemkot Semarang pada tahun ini mencapai Rp 20,5 triliun.
Meski demikian, Ulfi tidak risau dengan capaian di awal tahun itu. Menurut dia, biasanya investasi akan naik signifikan ketika tengah tahun hingga akhir tahun.
"Kami yakin target akan tercapai karena adanya penerapan One Singel Submission (OSS) yang memang berlaku secara nasional. Selain itu, di Semarang juga punya program sendiri yang juga memercepat proses perizinan usaha," katanya, dalam keterangan tertulis, Selasa (26/3).
Selain OSS, Ulfi menuturkan, pihaknya juga memiliki pelayanan lain yang dimungkinkan belum ada di daerah lain. Ia menyebutkan, program itu adalah digital signature, atau tanda tangan digital.
"Jadi kalau OSS itukan mengkover 120 jenis perizinan. Nah kami punya terobosan lain. Maksud kami dengan tanda tangan digital perizinan bisa lebih cepat, tidak harus menunggu orang yang bersangkutan," ucapnya.
Saat ini, Ulfi menyatakan, sudah ada beberapa perizinan di Kota Semarang yang menggunakan tanda tangan digital, yaitu mulai jasa konstruksi hingga usaha kesehatan. Sektor yang paling tinggi investasinya di Kota Semarang masih diduduki bidang properti dan industri.
Di Kendal, pada tahun ini diproyeksikan ada tambahan puluhan investor baru yang akan segera merealisasikan investasinya di Kawasan Industri Kendal (KIK).
Head of Sales & Marketing PT KIK, Juliani Kusumaningrum sempat mengatakan, hingga Februari 2019 lalu tercatat sebanyak 51 tenant yang akan berinvestasi di KIK.
Dampak tol
Menurut dia, masuknya investor baru itu diduga karena dampak dari Tol Trans Jawa yang sudah selesai dibangun pemerintah. Sehingga, investor baru percaya pembangunan infrastuktur akan memermudah akses jalan logistik barang dari Kendal ke kota lain.
"Jateng tidak hanya dilihat sebagai connecting hub, tetapi sebagai alternatif lokasi untuk ekspansi dengan keunggulan competitive manpower," jelasnya.
Juliani menuturkan, ada enam sektor industri yang dikejar untuk mengisi KIK, yakni industri makanan, furnitur, fesyen, otomotif, elektronik, dan logistik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sembiz-2017_20171017_203357.jpg)