Oknum Pelatih Pramuka di Banyumas Cabuli 11 Siswa di Ruang Sanggar
Kali ini terjadi di SMP N 2 Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, dimana tersangkanya berprofesi sebagai pelatih pramuka.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Tindakan pencabulan yang dilakukan oleh guru terhadap peserta didiknya kembali terjadi. Kali ini terjadi di SMP N 2 Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, dimana tersangkanya berprofesi sebagai pelatih pramuka.
Tersangka atas nama Rizal Kristianto (32) warga Purbalingga yang telah melakukan pelecehan seksual kepada 11 siswanya. Tersangka melakukan aksi bejatnya dengan dalih menyuruh murid-muridnya mengikuti pelatihan pramuka pada malam hari di Sanggar SMP N 2 Sumpiuh.
Karena ajakan tersangka, para murid akhirnya menurut saja dan bersedia tidur di sanggar pramuka sekolah.
Acara pelatihan pramuka sendiri dihelat pada Minggu (24/3/2019). Sekira pukul 00.30 WIB karena sudah terlalu malam para siswa dianjurkan tidur saja di dalam sanggar pramuka bersama dengan tersangka.
Setelah para siswa tertidur, kemudian tersangka mendekap dari belakang salah satu siswa. Tersangka kemudian menurunkan sarung serta celana dalam korban, dan meraba-raba alat kelamin korban.
Bahkan tersangka juga sempat memasukan alat kelaminnya ke dalam anus korban sampai keluar sperma.
Aksi tidak wajar yang dilakukan tersangka terbongkar setelah korban FKA (13) berani bercerita kepada kedua orangtuanya.
Pada Senin (25/3/2019), orangtua korban langsung melapor kejadian tersebut kepada pihak komite sekolah.
Tidak beberapa lama, pada Kamis (28/3/2019) pihak komite sekolah mengamankan tersangka.
Akhirnya, tersangka mau mengakui telah melakukan perbuatan pencabulan kepada siswa pramuka.
"Aksi bejat itu terungkap setelah korban juga melaporkan secara tertulis kepada guru lainnya di sekolah itu. Bahwa pelatih Pramuka mereka telah berbuat tidak senonoh," ujar AKP Agung Yudiawan selaku Kasatreskrim Polres Banyumas kepada Tribunjateng.com, Sabtu (30/3/2019).
"Pelaku melakukan aksi bejatnya itu dengan menyuruh siswa memegang alat kelaminnya. Selanjutnya pelaku juga meremas-remas kemaluan korban," ungkapnya.
Sampai sejauh ini baru ada 11 anak yang berani bercerita dan melaporkan tindakan tersangka. Kemungkinan akan bisa bertambah lagi setelah penyelidikan lebih lanjut.
Anak-anak yang telah menjadi korban pelecehan seksual kemarin juga sudah dipanggil pihak sekolah untuk dimintai keterangan.
Adapun, tersangka mulai melatih pramuka sejak 2016 lalu. Menurut penuturan para siswa, tersangka memang kerap kali melaksanakan kegiatan pramuka pada malam hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pelatih-pramuka-pelaku-pencabulan-kepada-para-11-siswanyadi-mapolres-banyumas.jpg)