Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Twitter Indonesia Bantah Miliki Keberpihakan Politik saat Pemilu 2019

Twitter Indonesia mengeluarkan bantahan atas isu yang menyebut pihaknya memiliki keberpihakan politik tertentu, khususnya di masa Pemilu 2019 ini.

Editor: suharno

TRIBUNJATENG.COM - Twitter Indonesia mengeluarkan bantahan atas isu yang menyebut pihaknya memiliki keberpihakan politik tertentu, khususnya di masa Pemilu 2019 ini.

Bantahan itu disampaikan melalui sebuah artikel di blog Twitter Indonesia yang diunggah Selasa (2/4/2019).

Secara singkat, Twitter Indonesia menegaskan pihaknya berkomitmen menjunjung tinggi asas keterbukaan, transparansi, dan ketidakberpihakan, khususnya di ranah politik.

Twitter menyebut, platformnya menjadi wadah untuk berbagai suara dari beragam lapisan untuk bisa dilihat dan didengar.

Tidak ada unsur politik di dalamnya.

286 Atlet Berprestasi Dapat SK CPNS dari Kemenpora, Ada Nama Eko Yuli Irawan dan Liliyana Natsir

"Baik itu tren, proses penegakan kebijakan Twitter, maupun terkait konten yang muncul di linimasa Anda," tulis Twitter Id dalam keterangannya.

"Kami percaya pada ketidakberpihakan dan tidak mengambil tindakan apa pun berdasarkan sudut pandang politik. Produk dan kebijakan kami tidak pernah diciptakan atau dikembangkan berdasarkan ideologi politik," demikian pernyataan Twitter.

Sebelumnya, santer terdengar isu yang menyebutkan Twitter memihak pada salah satu kubu politik di Tanah Air, terutama saat tahun politik menjelang Pemilu 2019.

Isu ini sudah mulai terdengar sejak awal tahun lalu dan kembali banyak diperbincangkan beberapa minggu terakhir.

Misalnya, Partai Amanat Nasional pernah meminta penjelasan dari Twitter soal diblokirnya akun @LawanPolitikJKW milik Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaen pada tahun lalu.

Dalam artikel bantahan ini, terdapat pernyataan yang bisa juga menjawab keresahan PAN saat itu.

"Perlu kami tegaskan; bahwa kami tidak meninjau, memprioritaskan, atau menegakkan kebijakan kami berdasarkan ideologi politik," tulis Twitter Indonesia.

6 Anak Komodo Kasus Penyelundupan Liar Bukan dari Taman Nasional Komodo Tetapi dari Daerah Ini

Dari hal ini, bisa diartikan Twitter hanya menegakkan peraturan yang ada demi membuat siapa pun merasa nyaman mengekspresikan pikiran dan perasaannya, yang dituangkan melalui twit di Twitter.

Trending topic Selain itu, seringnya tema-tema trending topic Twitter diangkat dalam agenda berita nasional juga menimbulkan prasangka lain.

Twitter dicurigai andil menentukan tema mana yang menjadi trending topic dan mana yang tidak.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved