Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kisah Pembentukan Pasukan Elit Kopassus, Pernah Sandang Nama RPKAD dan Kopassandha

Berikut ini kisah Kopassus mulai dari pendiriannya, kemudian bernama RPKAD dan Kopassandha hingga perkembangan mutakhir

Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kopassus yang pernah bernama RPKAD dan Kopassandha 

Berikut ini kisah Kopassus mulai dari pendiriannya, kemudian bernama RPKAD hingga perkembangan mutakhir 

TRIBUNJATENG.COM - Indonesia yang memproklamasikan diri pada 17 Agustus 1945 mulai memahami kebutuhan akan militer untuk mempertahankan kedaulatan.

Pemerintah yang baru terbentuk melebur Pembela Tanah Air yang dibentuk Jepang menjadi Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Mereka pun mulai bergerak melucuti senjata Jepang.

Status Peta dan BKR meningkat menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kemudian terbagi dalam tiga matra, yaitu darat, laut, dan udara.

TKR kemudian berubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan membuat satuan-satuan khusus untuk mengatasi sejumlah tantangan saat itu, salah satunya separatisme.

Inilah Nama-nama Komandan Pasukan Elit Kopassus, Bermula dari Mayor Inf Idjon Djanbi

Akhirnya, pada 16 April 1952 salah satu pasukan elite yang kini dikenal sebagai Komando Pasukan Khusus ( Kopassus) akhirnya dibentuk.

Satuan ini dikenal dengan baret merahnya. 

Kedaulatan Indonesia terganggu ketika beberapa kelompok daerah melakukan pemberontakan untuk memisahkan diri.

Salah satunya adalah ketika Indonesia menghadapi pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS).

Dilansir dari Kopassus.mil.id, perwira militer ketika itu mulai melakukan serangkaian operasi untuk menumpas pemberontakan tersebut.

Namun, operasi ini memakan korban dari pihak TNI yang tak sedikit.

Kendalanya bukan dari perlengkapan yang lebih baik, namun karena semangat dari pasukan musuh lebih tinggi dibarengi dengan taktik pengalaman tempur yang lebih baik.

Akhirnya, Kolonel AE Kawilarang dan Letnan Kolonel Slamet Riyadi mempunyai gagasan untuk membentuk pasukan khusus untuk menumpas gerakan tersebut dengan kualifikasi pasukan yang lebih baik.

Belum sempat terwujud, Slamet RIyadi gugur dalam misi perebutan pertahanan terakhir RMS di Benteng Niew Victoria, Ambon.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved