Kisah Pembentukan Pasukan Elit Kopassus, Pernah Sandang Nama RPKAD dan Kopassandha

Berikut ini kisah Kopassus mulai dari pendiriannya, kemudian bernama RPKAD dan Kopassandha hingga perkembangan mutakhir

Kisah Pembentukan Pasukan Elit Kopassus, Pernah Sandang Nama RPKAD dan Kopassandha
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kopassus yang pernah bernama RPKAD dan Kopassandha 

Kopassandha berubah menjadi Komando Pasukan Khusus ( Kopassus) sejak tahun 1985.

Pasukan yang khas dengan baret merah ini memiliki moto Tribuana Chandraca Satya Dharma yang memiliki arti "Berani, Benar, Berhasil".

Peran dari pasukan Kopassus begitu banyak.

Dari operasi menghadapi Partai Komunis Indonesia (PKI) hingga operasi pemberontak lainnya.

Namun, ternyata ada sederet operasi yang menyita banyak perhatian.

Dikutip dari Harian Kompas yang terbit pada 16 April 2016, Resimen Kopassus (saat itu masih bernama Para Komando Angkatan Darat/RPKAD), jadi bagian dari Kontingen Garuda III di Kongo 1962-1963.

Mereka berhasil mengalahkan sekitar 2.000 pasukan pemberontak Kongo di tepi Danau Tanganyika.

Keberhasilan Ini menjadi salah satu legenda hingga kini.

Keberhasilan itu merupakan buah dari pendidikan Para Komando yang antara lain mengajarkan untuk mengenal sosial-budaya wilayah penugasan.

Ketika itu, prajurit RPKAD di Kongo mengetahui adanya takhayul dan beragam kepercayaan yang hidup di masyarakat.

Takhayul itu termasuk dipercaya para pemberontak yang sebagian tinggal di tepian barat Danau Tanganyika.

Pasukan RPKAD yang membungkus diri dengan jubah putih dan diiringi berbagai bunyi-bunyian, menyerang para pemberontak saat hari masih gelap.

Mereka menyerbu dari Danau Tanganyika menggunakan perahu yang disamarkan.

Serangan ”hantu putih” itu mengejutkan pemberontak yang kemudian menyerah.

Sementara itu pada 1 April 1981, Kopassus juga melakukan operasi Woyla. Berada di Bandara Don Muang, Bangkok, mereka melakukan infiltrasi.

Sebanyak 24 pasukan berbaret merah menuju bagian belakang pesawat Garuda DC-9 yang dibajak oleh teroris.

Sementara, 11 lainnya bergabung degan Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF).

Sesudah pintu darurat dan pintu bagian ekor terbuka, rentetan suara senapan memecah keheningan pada hari itu.

Bersamaan dengan itu terlihat pintu kokpit pesawat terbuka yang kemudian disusul dengan rentetan-rentetan suara senapan baru dan mengalirnya para penumpang DC-9 keluar pesawat.

Akhirnya operasi itu berhasil, sebanyak lima orang pembajak dilumpuhkan.

57 orang penumpang berhasil selamat. Operasi Woyla ini berhasil memantapkan kekuatan Kopassus di mata militer dunia. (kompas.com/aswab nanda prattama)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dari RPKAD ke Kopassus, Ini Perjalanan Pasukan Baret Merah TNI AD"

Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved