Kisah Tak Terungkap SBY Saat Jadi Presiden, Pernah Ditagih Janjinya oleh Pemuda Ini, Akhirnya

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin Indonesia selama 10 tahun. SBY merupakan Presiden Republik Indonesia ke-6.

Kisah Tak Terungkap SBY Saat Jadi Presiden, Pernah Ditagih Janjinya oleh Pemuda Ini, Akhirnya
SBY

SBY pun pada akhirnya memenuhi permintaan pemuda itu.

Alasannya, SBY menganggap permintaan pemuda itu cukup realistis.

Meski demikian, SBY mengaku harus mendidik, dan memberikan pelajaran kepada pemuda tersebut.

"Baik. Lain kali tidak perlu dengan kata-kata menagih janji. Utarakan saja apa yang Anda minta," tandas SBY.

Mendengar jawaban SBY, sang pemuda akhirnya minta maaf.

Sifat Asli SBY Terbongkar Saat Ada Orang yang Mengundang Pakai Embel-embel: Hanyalah Manusia Biasa

SBY pun menceritakan sejumlah pengalamannya terkait interaksinya dengan berbagai masyarakat.

Cerita itu ditulisnya dalam buku berjudul "SBY Selalu Ada Pilihan" terbitan Kompas tahun 2014.

Dalam buku itu, SBY mengaku pernah diundang oleh sebuah paguyuban.

Paguyuban tersebut memintanya untuk hadir dalam acara yang mereka selenggarakan.

Namun, menurut SBY itu disertai oleh embel-embel.

Tepatnya, SBY menganggap embel-embel yang tidak sedap.

Padahal, SBY beserta stafnya saat itu sedang mempertimbangkan untuk hadir dalam acara itu.

Lebih lanjut, SBY pun mengungkapkan isi pesan yang bernada embel-embel dari paguyuban itu kepada dirinya.

"Kasih tahu SBY. Kalau tidak mau hadir tidak apa-apa. Tapi nanti akan menyesal. Lagi pula, kalau Pak SBY benar-benar tidak mau hadir, dukungan akan kami serahkan kepada capres lain," tulis SBY menirukan isi pesan tersebut.

Mendapatkan pesan semacam itu, SBY mengaku tersinggung.

"Mendengar kata-kata itu langsung saya sampaikan ke staf saya bahwa saya tidak akan hadir. Tentu saya minta agar ketidakhadiran saya itu disampaikan secara baik-baik," terang SBY.

SBY mengungkapkan, peristiwa itu terjadi saat masa kampanye pemilu.

"Tapi, saya hanyalah manusia biasa," kata SBY.

SBY pun melanjutkan, dan mengungkapkan mengenai sifat aslinya selama ini.

"Sebenarnya, saya termasuk orang yang suka mengalah, berusaha untuk sabar,dan senantiasa menjaga sikap untuk berbaik sangka pada orang lain. Tetapi, jika harga diri sudah tersentu, sikap saya bak gunung batu," jelas SBY.(*)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved