Deklarasi Pasca Rekapitulasi, Kapolres Pati: Ini Bentuk Cooling Down di Masyarakat
Polres Pati bersama KPU Kabupaten Pati, saksi peserta Pemilu 2019, dan organisasi masyarakat di Kabupaten Pati melakukan deklarasi usai Rapat Pleno
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Polres Pati bersama KPU Kabupaten Pati, saksi peserta Pemilu 2019, dan organisasi masyarakat di Kabupaten Pati melakukan deklarasi usai Rapat Pleno penghitungan suara Pemilu 2019 di Aula KPU Pati, Sabtu (4/5/2019).
Dalam deklarasi tersebut, peserta pemilu dan elemen masyarakat lain menyatakan siap menjaga kondusivitas dalam menunggu dan menerima hasil Pemilu 2019 sesuai keputusan KPU RI.
Pada deklarasi tersebut, dinyatakan pula kesiapan memelihara persaudaraan, menolak hoax, menolak politisasi SARA, dan menolak kekerasan.
Selain itu, ada pula pernyataan kesediaan untuk menyelesaikan segala permasalahan dengan bermusyawarah atau menempuh jalur hukum sesuai peraturan perundang-undangan.
Sebelumnya, pada Jumat (3/5/2019) hingga dini hari keesokan harinya, telah diadakan pula Deklarasi Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu Tahun 2019 di Tingkat KPU Kabupaten Pati di Kantor KPU Pati.
Deklarasi ini dibacakan oleh komisioner KPU Pati, saksi pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 dan 02, saksi DPD, dan saksi partai politik peserta pemilu.
Dalam deklarasi ini, dinyatakan bahwa KPU Pati dan para saksi telah melakukan kegiatan rapat hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara tahun 2019 tingkat Kabupaten Pati berjalan dengan transparan, jujur, adil dan demokratis serta tertib, aman, lancar, sukses tanpa ekses.
Disampaikan pula ungkapan terima kasih kepada pihak TNI, Polri, Satpol PP, dan Linmas atas pengamanan Pemilu Tahun 2019.
Menurut Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto, pembacaan deklarasi tersebut merupakan suatu bentuk cooling system di masyarakat.
"Kita lihat, pasca Pemilu lalu masih kita dengar, terutama di media sosial, banyak beredar berita yang belum jelas kepastiannya.
Sehingga kita harapkan dengan kegiatan ini, seluruh elemen masyarakat, baik dari saksi masing-masing capres, perwakilan parpol, LSM, dan perwakilan organisasi keagamaan.
Semua berkumpul menyatakan sikap untuk meng-cooling down-kan suasana sambil menunggu keputusan resmi KPU," ujarnya.
Deklarasi tersebut, lanjut AKBP Jon, diharapkan jadi pemicu supaya kondusifitas di wilayah Pati tidak terganggu.
"Meski pascapemilu, masyarakat tidak terpecah-belah," tambahnya.
Menurutnya, Pemilu di Kabupaten Pati berlangsung kondusif, baik dari aspek penyelenggaraan maupun pengamanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/deklarasi-damai-pati.jpg)