Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Antisipasi Maraknya Gelandang dan Pengemis di Bulan Ramadan, Dinsos Kota Semarang Lakukan Razia

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang bakal melakukan giat antisipasi maraknya pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) di Kota Semarang.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: suharno
HUMAS PEMKOT TEGAL
Tim gabungan Dinas Sosial Kota Tegal, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Polres Tegal Kota, kembali menggelar razia Pengamen Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT), Selasa (20/3/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang bakal melakukan giat antisipasi maraknya pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) di Kota Semarang pada bulan Ramadan ini.

Rencananya, Dinsos bakal melakukan razia di sejumlah titik di Kota Semarang terutama pada jalan protokol dan masjid.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Semarang, Tri Waluyo mengatakan, Dinsos telah mempersiapkan program menjaga Kota Semarang tidak marak adanya PGOT selama Ramadan dan lebaran.

Tidak hanya PGOT saja, pihaknya juga bakal melakukan giat terhadap pengamen yang melakukan aktivitas ekonomi di jalanan.

"Sekarang kan marak pengamen yang memakai kuda lumping, angklung, terus ada juga anak punk. Dalam rangka mencegah maraknya orang melakukan aktivitas ekonomi di jalanan, kami akan melakukan patroli," terang Tri, Selasa (7/4/2019).

Buka Puasa di Masjid Layur Kota Semarang Ada Kopi Arab. Racikannya Pakai Jahe dan Daun Pandan

Dia memprediksi, memasuki Ramadan banyak gelandangan dan pengemis yang memanfaatkan moment ini untuk mencari rezeki.

Hal itu tentunya akan mengganggu, terlebih jika mereka masuk dalam tempat ibadah.

Pada bulan Ramadan tahun lalu, Dinsos berhasil merehabilitasi sekitar 100 orang.

Adapun jumlah PGOT yang di Kota Semarang sekitar 400 orang.

"Sebanyak 90 persen mereka memang bukan orang Semarang tetapi meraup keuntungan di Semarang. Dalam sehari mereka bisa mendapatkan Rp 200 hingga Rp 300 ribu," bebernya.

Tri melanjutkan, pihaknya bakal membawa mereka ke tempat resos dan memberikan pembinaan selama dua hingga tiga pekan kepada PGOT yang tertangkap di jalanan maupun tempat ibadah.

Setelah itu, Dinsos bakal memulangkan mereka ke daerah masing-masing supaya tidak mengulang hal yang sama.

Tak hanya melakukan giat dan memberikan pembinaan, sambung Tri, Dinsos juga akan mengadakan forum group discussion (FGD) sekaligus buka bersama dengan anak-anak jalanan.

Hal ini untuk mengantisipasi agar anak-anak tidak turun ke jalan melakukan aktivitas yang tidak semestinya.

Pihaknya juga akan mengundang para orang tua anak jalanan dalam FGD tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved