Warga Semarang Ingin Flyover Pedurungan Segera Diwujudkan

Dalam waktu dekat ini proyek yang akan dibangun adalah Flyover Pedurungan dan Simpanglima Kedua di dekat GOR Manunggal Jati.

Warga Semarang Ingin Flyover Pedurungan Segera Diwujudkan
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Ilustrasi flyover 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Daerah pinggiran Kota Semarang kini menjadi target pembangunan sejumlah proyek insfrastruktur. Dalam waktu dekat ini proyek yang akan dibangun adalah Flyover Pedurungan dan Simpanglima Kedua di dekat GOR Manunggal Jati.

Untuk proyek Flyover Pedurungan akan didahulukan mengingat kemacetan di persimpangan tersebut sudah parah. Nantinya jalan dari Fatmawati akan tembus ke Soekarno Hatta tanpa persimpangan. Demikian juga jalan Brigjen Sudiarto dari arah Penggaron ke Majapahit Kota Semarang juga tanpa persimpangan. Titik temu flyover di dekat Polsek Pedurungan.

Sedangkan Simpanglima Kedua di dekat GOR Manunggal Jati belum dikerjakan dalam waktu dekat ini karena butuh dana besar. Sehingga menunggu persetujuan pemerintah pusat yang akan menyediakan dana. Simpanglima Kedua itu berkaitan dengan Semarang Outer Ring Road (SORR) dari Banyumanik tembus ke Kaligawe. Jalur lingkar luar kota.

Pengusaha dan pengendara berharap rencana tersebut direalisasikan. Mengingat sering terjadi kemacetan panjang di persimpangan Pedurungan. Sulistiyo (69) seorang warga yang berjualan di pinggir Jalan Majapahit Pedurungan, menuturkan pemerataan pembangunan bagi dirinya sangat penting.

"Itu sangat penting bagi kami orang kecil yang berdagang di tepi jalan seperti ini. Supaya dagangnya jadi ramai, tidak di sana saja yang ramai," tuturnya. Harapannya agar pertumbuhan pembangunan baru di wilayah itu dapat meningkatkan kegiatan ekonomi. Ia ingin pemerataan segera direalisasikan pemerintah.

"Yang namanya pemeretaan itu ya semua harus dipikirkan, tidak pilih kasih. Termasuk nasib para pedagang juga harus dipikirkan," tegas Sulistiyo yang sudah berdagang di Pedurungan puluhan tahun itu.

Hal senada juga diungkapkan pedagang makanan lain, Affan Khoerul Mustofa (18). Menurutnya, pembangunan pusat keramaian baru sangat penting dilakukan agar taraf perekonomian warga juga meningkat.

"Di sini kan sangat ramai kendaraan lalu lalang. Tapi mereka cuma lewat. Padahal tempatnya strategis. Kalau ada tempat keramaian baru atau wisata pastinya akan semakin ramai. Dagang juga laris," ujarnya.

Rencana pemerintah yang akan membangun Simpanglima kedua ternyata telah didengar warga. Seorang warga Tlogomulyo, Rochmah (51) sudah mengetahui rencana itu dan menginginkan ada dampak yang positif bagi masyarakat secara luas.

"Ya mudah-mudahan dapat membawa berkah bagi kami," ucapnya.

Ia juga tidak memungkiri jika dampak positif rencana pembangunan kawasan pinggiran Kota Semarang sudah dirasakan sejumlah warga. "Harga tanah di sini jadi naik. Nggak kaya dulu. Lumayan buat warga," tutur Rochmah.

Beberapa warga lain menyatakan pembangunan pusat keramaian baru dapat direalisasikan segera. Pasalnya, beberapa waktu yang lalu ada rencana pelebaran Jalan Majapahit Pedurungan, namun hingga saat ini belum ada progres.

"Beberapa tahun yang lalu katanya mau dilebarkan. Sampai bangunan ruko sama rumah di pinggir jalan mundur. Tapi sampai sekarang kok belum ada apa-apa," kata Sukarno (67).

Ia merespon positif pembangunan flyover di persimpangan dekat Polsek Pedurungan. Setiap jam pulang kerja sekitar pukul 17.00 WIB, di titik itu sangat ramai pengguna jalan.

Belum lagi, lanjutnya, kendaraan yang berputar balik baik di persimpangan maupun di U-Turn yang sering mengakibatkan antrean kendaraan. "Bagus itu, kalau mau dibikin seperti flyover Kalibanteng. Jadi kemacetan terurai," imbuhnya. (tim)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved