Berkata Kotor dan Kasar atau Membully Saat Puasa, Apakah Batal Puasanya? Simak Penjelasan Ini

Berikut ini alasan pentingnya menjaga lisan dari berkata kasar dan kotor atau membully saat puasa, dilengkapi Hadits Nabi.

Berkata Kotor dan Kasar atau Membully Saat Puasa, Apakah Batal Puasanya? Simak Penjelasan Ini
GOOGLE
Ilustrasi berkata kotor atau kasar saat puasa 

Untuk menjaga keabsahan ibadah puasa kita, mari sama-sama menjaga lisan dari ucapan kasar dan kotor.

Demikian alasan pentingnya menjaga lisan dari ucapan kotor dan kasar.

Bagaimana dengan berbohong, apakah membatalkan puasa?

Secara fikih, berbohong tidak membatalkan puasa.

Syeikh Abi Syuja telah menjelaskan perkara pembatal puasa dalam Kitab Al Ghayah wa At Taqrib.

والذي يفطر به الصائم عشرة أشياء : ما وصل عمدا إلى الجوف أو الرأس والحقنة في أحد السبيلين والقيء عمدا والوطء عمدا في الفرج والإنزال عن مباشرة والحيض والنفاس والجنون والإغماء كل اليوم والردة

Artinya: "Yang membatalkan puasa ada sepuluh hal, yaitu (1) sesuatu yang sampai pada rongga bagian dalam tubuh (jauf) atau kepala, (2) mengobati dengan memasukkan sesuatu pada salah satu dari dua jalan (qubul dan dubur), (3) muntah secara sengaja, (4) melakukan hubungan seksual secara sengaja pada alat kelamin, (5) keluarnya mani sebab bersentuhan kulit, (6) haid, (7) nifas, (8) gila, (9) pingsan di seluruh hari, dan (10) murtad."

Dari penjelasan Syeikh Abi Syuja, secara fikih berbohong tidak membatalkan puasa.

Namun, ada sebuah hadits Nabi yang melarang berbohong saat puasa.

Rasulullah SAW bersabda.

Halaman
1234
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved