Inovasi Olahan Kolang-kaling Puji Sudah Tembus Malaysia dan Singapura

Isi buah aren, kolang-kaling, hampir selalu bisa ditemui dalam berbagai menu minuman es buah,

Inovasi Olahan Kolang-kaling Puji Sudah Tembus Malaysia dan Singapura
Istimewa
Kolang-kaling Puji 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Isi buah aren, kolang-kaling, hampir selalu bisa ditemui dalam berbagai menu minuman es buah, terlebih saat bulan puasa seperti ini.

Di Kota Semarang, terdapat satu daerah yang menjadi sentra pengolahan isi buah aren itu, yakni di Desa Jatirejo, Kecamatan Gunungpati.

Di wilayah itu terdapat 12 industri rumahan yang mengolah kolang-kaling dari pengupasan sampai siap jual. Tetapi, kolang-kaling itu tak hanya bisa dibuat sebagai isian es canpur atau es buah.

Di tangan kreatif Nurpujirahayu (56), warga Jatirejo, kolang kaling diubah menjadi olahan yang inovatif, mulai dari manisan, selai, minuman, coklat, hingga kue pie.

"Desa kami, Jatirejo kan sentra pengolahan kolang-kaling, nah pas lagi sepi atau tidak puasa penjualan sepi, sehingga banyak yang dibuang.

Dari situ kami punya ide bagaimana membuat produk kolang-kaling itu terus berkelanjutan. Kami pun berinovasi dengan manisan, coklat, pie, selai, dan minuman," kata wanita yang akrab disapa Puji itu, Kamis (16/5).

Tak hanya inovatif, olahan kolang-kaling Puji juga tergolong sehat, karena tidak menggunakan bahan pengawet dan pewarna. Ia menggunakan gula asli, sirup rumahan, hingga pewarna alami.

"Selain sehat karena tidak meggunakan bahan pengawet, olahan kolang-kaling ini juga mengandung kolagen, sehingga bagus untuk tulang dan orang tua seperti saya," ujarnya.

Karena tidak menggunakan bahan pengawet, produk olahan itu hanya bisa bertahan beberapa hari. Sehingga, Puji hanya memroduksi sesuai dengan pesenan.

Meski demikian, pelanggan olahan kolang-kaling Puji tak hanya berasal dari dalam kota, melainkan dari berbagai wilayah, seperti Manado, bahkan sampai Malaysia hingga Singapura.

"Pemasaran sampai Manado. Dinas dan UMKM dari sana juga datang ke sini untuk belajar mengolah kolang-kaling, karena di sana harga kolang-kaling sangat murah. Beberapa waktu lalu juga ada tamu dari Singapura dan Malaysia, datang dengan Pak Mahfud MD mencicipi minuman kolang-kaling di sini bareng Ibu Wakil Wali Kota Semarang," paparnya

Produk olahan miliknya juga sudah dikenal Wali Kota Semarang, Hendrar Prihardi, karena sering mengikuti pameran UMKM. Tetapi, Puji mengaku masih butuh dukungan dari pemerintah untuk kelanjutan produknya.

Untuk harga olahan kolang-kaling itu, Puji tidak mematok mahal. Kemasan 350 gram manisan dibandrol dengan harga Rp 15.000, dan selai kemasan 350 gram seharga Rp 20.000. (lex)

Penulis: Like Adelia
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved