Menengok Produksi Gula Aren di Desa Sampang Banjarnegara, Masih Mengandalkan Tungku Tradisional

Umumnya masyarakat mengenal gula merah atau Jawa berbahan nira kelapa yang lebih mudah dijumpai di pasar.

Menengok Produksi Gula Aren di Desa Sampang Banjarnegara, Masih Mengandalkan Tungku Tradisional
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Irma, warga desa Sampang kecamatan Karangkobar Banjarnegara memasak nira aren dan mencetakknya dalam batok kelapa menjadi gula aren siap jual 

TRIBUNJATENG COM, BANJARNEGARA - Umumnya masyarakat mengenal gula merah atau Jawa berbahan nira kelapa yang lebih mudah dijumpai di pasar.

Gula jenis ini pun laris di pasaran, terutama saat bulan suci Ramadan untuk pemanis minuman atau hidangan berbuka.

Selain itu, masyarakat juga mengenal Gula Aren. Meski keberadaannya lebih sulit ditemukan di pasaran.

Jika gula kelapa dibuat dengan bahan nira kelapa, gula aren dibuat dari nira Aren.

Sekilas penampilan gula aren tak ada beda dengan gula kelapa, hanya warnanya tampak lebih gelap.

Tetapi jika diteliti lebih jauh, baik dari rasa hingga aroma, akan lebih jelas pembedanya.

Tungku tradisional berbahan bakar kayu masih jadi andalan Irma, warga Desa Sampang Kecamatan Karangkobar untuk membuat gula aren.

Bahan dasar pembuatan gula ini adalah nira atau dalam istilah Banyumasan Badeg yang diambil dari pohon Aren.

Pepohonan Aren memang masih tumbuh subur di kebun-kebun warga atau hutan.

Meski keberadaannya semakin jarang karena banyak yang telah ditebang untuk ditanami komoditas lain.

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved