Merasa Dipaksa Beli Stiker Oleh LSM, Pengelola Villa di Wisata Guci Tegal Mengeluh

Sejumlah pemilik dan pengelola villa di Obyek Wisata Pemandian Air Panas Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal mengeluh.

Merasa Dipaksa Beli Stiker Oleh LSM, Pengelola Villa di Wisata Guci Tegal Mengeluh
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Obyek Wisata Guci Tegal 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sejumlah pemilik dan pengelola villa di Obyek Wisata Pemandian Air Panas Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal mengeluh.

Pasalnya, mereka ditariki secara paksa oleh LSM yang membagikan stiker bertuliskan "stop korupsi" ke setiap villa.

Para pengelola harus membayar Rp 10 ribu per stiker yang dibagikan secara paksa oleh oknum LSM.

Lokalisasi Sunan Kuning Semarang Akan Ditutup Agustus 2019, Suwandi Minta WPS Diopeni

Asal Usul Nama Ketupat Jembut, Hanya Ada saat Syawalan di Jaten Cilik Semarang

UPDATE Nasib Brigpol Dewi Seusai Video Panas Disebar : Dipecat, Diceraikan dan Kompol Ternyata Gay

Kronologi Suami Gadaikan Istri 250 Juta hingga Terjadi Peristiwa Mengenaskan, Ini Pengakuan Pelaku

Menanggapi hal itu, Polsek Bojong pun akhirnya menurunkan anggota ke lapangan untuk menggali informasi tersebut.

Kapolsek Bojong AKP Rudi Wihartana pun membenarkan adanya keluhan tersebut

Dia mengatakan, laporan soal oknum LSM membagikan stiker ke seluruh pemilik dan pengelola sedang ditindaklanjuti.

"Benar kami mendengar keluhan dari pemilik dan pengelola Obyek Wisata Guci soal penjualan stiker yang dilakukan oknum LSM secara paksa," kata AKP Rudi kepada Tribunjateng.com, Kamis (13/6/2019).

Dari pengakuannya, tambah Rudi, oknum LSM ini memberikan stiker ke seluruh pemilik dan pengelola villa dengan meminta ongkos ganti cetak sebesar Rp 10.000.

Karena merasa tidak memesan, beberapa pemilik atau pengelola villa pun menanyakan perihal stiker itu ke oknum LSM.

"Kami sudah menanyakan ke pengelola wisata guci dan tidak pernah ada LSM yang meminta izin untuk menjual stiker.

Sejumlah pemilik maupun pengelola villa sudah ada yang menjadi korban karena dibohongi oknum LSM itu," tambahnya.

Meski pengelola tidak mempermasalahkan stiker itu, Rudi mengaku tetap akan mencari tahu agar kondisi di obyek wisata tetap aman dan damai.

"Dan soal stiker berbayar, anggota akan menindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku," cetus Rudy. (tribunjateng/gum)

Mayangsari Foto Bareng Bambang Trihatmojo Naik Luxury Sleeper Train, Pake Sandal Jutaan Rupiah

Refly Harun: Kalau Perbaikan Gugatan BPN Ditolak, The Game Is Over

Wajah Muzdalifah Dibandingkan dengan Ibu Mertua, Ibu Fadel Islami Disebut Lebih Muda dari Menantunya

Heboh PPDB SMP di Karanganyar, Tengah Malam Wali Murid Mengantre, Bupati Akhirnya Undur 1 Juli 2019

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved