Satreskrim Polres Demak Bekuk Pelaku Begal HP di Wonosalam

Warga Desa Donorejo, Karangtengah, Kabupaten Demak, FAZ (21), pelaku begal yang tak segan melukai korban, berhasil dibekuk Satreskrim Polres Demak

Satreskrim Polres Demak Bekuk Pelaku Begal HP di Wonosalam
google
Ilustrasi Begal 

Laporan Wartawan Tribun, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Warga Desa Donorejo, Karangtengah, Kabupaten Demak, FAZ (21), pelaku begal yang tak segan melukai korban, berhasil dibekuk Satreskrim Polres Demak di tempat persembunyianya, Jumat (21/6/2019) dini hari.

Saat ditangkap, FAZ mengakui perbuatannya yang telah melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korban atas nama Fany, warga Desa Karangtengah, Kabupaten Demak ketika sedang naik sepeda motor bersama rekannya di Jalan Demak-Semarang.

Modus pelaku yaitu mengancam korban menggunakan senjata tajam untuk kemudian mengambil barang milik korban.

Adapun, kronologi pembegalan tersebut, saat korban membonceng rekannya naik sepeda motor sampai di KM 22 dekat Dealer Mitsubishi Motor Desa Karangrejo, Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak, membuka Handphone miliknya.

Pelaku yang juga membonceng sepeda motor matic bersama rekannya, kemudian menghadang rekan korban sambil mengacungkan senjata tajam jenis pisau dan meminta menghentikan laju kendaraan.

Karena ketakutan, akhirnya rekan korban menghentikan laju sepeda motornya, kemudian pelaku langsung merampas Handphone dan kabur menuju ke arah barat.

Atas kejadian tersebut, korban yang mengalami kerugian satu unit Handphone senilai Rp 3 juta, kemudian didampingi orangtuanya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Demak.

Atas laporan tersebut, polisi melakukan pengintaian selama beberapa hari sebelum akhirnya berhasil menangkap pelaku di tempat persembuyiannya.

Pelaku dibawa ke Kantor Polres Demak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sedangkan rekan pelaku yang masih melarikan diri, dihimbau untuk segera menyerahkan diri.

Pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, diancam pidana penjara 12 (dua belas) tahun.

Kasat Reskrim Polres Demak AKP Aris Munandar, menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing untuk ikut menyebarkan informasi melalui media sosial dengan narasi kejadian yang menakutkan.

"Masyarakat pada umumnya menganggap dengan memviralkan satu atau dua kejadian menyebabkan adanya pemikiran bahwa kejadian kejadian tersebut terjadi berulang kali," ucapnya.(agi)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved