37,2% dari 8 Juta Anak di Indonesia Alami Pertumbuhan Tidak Maksimal Alias Stunting

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan menggelar Pertemuan Konsolidasi Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG) dalam Penanggulangan Stunting.

37,2% dari 8 Juta Anak di Indonesia Alami Pertumbuhan Tidak Maksimal Alias Stunting
Istimewa
Plt Kepala Dinkes Kota Pekalongan dr Tunggul Pamungkas saat memberikan penjelasan mengenai Konsolidasi Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG) dalam Penanggulangan Stunting di Kota Pekalongan. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Jetayu, Setda Kota Pekalongan, Rabu (10/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan menggelar Pertemuan Konsolidasi Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG) dalam Penanggulangan Stunting di Kota Pekalongan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Jetayu, Setda Kota Pekalongan, Rabu (10/7/2019).

Plt Kepala Dinkes Kota Pekalongan dr Tunggul Pamungkas menuturkan bahwa kegiatan ini untuk mensinergikan semua sektor atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Pekalongan yang berhubungan dengan pencegahan stunting.

Stunting adalah sebuah kondisi dimana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya.

Kakak Beradik yang Kabur ke Balikpapan dan Lakukan Pernikahan Sedarah Bisa Dipidana

"Dampak stunting yakni mudah sakit, kemampuan kognitif berkurang saat tua berisiko terkena penyakit berhubungan dengan pola makan, fungsi-fungsi tubuh tidak seimbang, mengakibatkan kerugian ekonomi, dan postur tubuh tidak maksimal saat dewasa," kata dr Tunggul kepada Tribunjateng.com.

Menurutnya, stunting terjadi sejak dalam kandungan dan akan nampak saat anak berusia 2 tahun.

Saat ini prevalensi stunting di Indonesia adalah 37,2% atau 8 juta anak mengalami pertumbuhan tidak maksimal.

"Stunting dapat dicegah dengan cara memberikan ASI dan makanan pendamping. Selain itu, akses air bersih, fasilitas sanitasi, pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, serta memantau pertumbuhan balita di posyandu," terangya.

Ditipu Penyalur TKI dan Uangnya Raib, Awal Kisah Sukses Anik Jadi Pengusaha Jamur Krispi

Tunggul mengungkapkan angka stunting sebetulnya dapat dicegah melalui skrining faktor risiko, misalnya pada ibu hamil akan muncul sejak awal kehamilan sehingga harus diintervensi pemenuhan gizinya agar tidak menjadi stunting.

"Berbagai program telah dilaksanakan di Kota Pekalongan, yakni Kesehatan Reproduksi Remaja dengan cara pemberian penjelasan gizi," jelas Tunggul.

Tunggul menyampaikan bahwa ada kelas untuk mengedukasi para ibu hamil di Kota Pekalongan.

Hal ini dilakukan, agar anak-anak yang lahir dalam kondisi sehat sehingga kemungkinan stunting menjadi kecil.

"Kegiatan stunting tak hanya dilakukan oleh Dinkes tapi juga dilaksanakan diberbagai sektor seperti sektor seperti Dinperpa, Bappeda, dan Dinsos P2KB," ungkapnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved