Ikan Asin, Penemuan Yang Mengubah Dunia
Sejak ribuan tahun, manusia melakukan pengawetan makanan untuk memastikan kebutuhan mereka tercukupi
TRIBUNJATENG.COM - Masyarakat modern saat ini kerap menyimpan makanan dalam kulkas.
Tujuannya agar makanan tetap layak makan dalam waktu yang cukup lama.
Namun, pernahkah Anda membayangkan apa yang digunakan oleh manusia pada ribuan tahun lalu untuk memastikan makanan mereka tetap layak makan dalam jangka waktu lama?
• Diduga Terima Suap Perkara, Oknum Anggota Polda Jateng Berpangkat AKBP Ini Dapat Jabatan Kapolres
• Beredar Kabar BJ Habibie Meninggal, Ini Kata Ketua Tim Dokter Kepresidenan
• Video Detik-detik Sebelum Kecelakaan Bus Mira Vs Innova di Nganjuk Beredar : Gaweo Cerito Aku Nabrak
• Video Santuy, Saat Razia Emak emak Nyanyi Lagu Rhoma Irama
Sejak ribuan tahun, manusia melakukan pengawetan makanan untuk memastikan kebutuhan mereka tercukupi dalam waktu yang lama.
Salah satu cara yang digunakan dalam pengawetan ini adalah pengasinan.
Metode itu merupakan pengawetan makanan tertua di dunia.
Adalah masyarakat Mesir Kuno yang menyadari penggunaan garam bisa untuk mengawetkan makanan.
Semula mereka mengawetkan daging lalu berbagai jenis makanan lain, bahkan mumi.
Bagi budaya Romawi Kuno, pengasinan juga menjadi salah satu aktivitas penting.
Pasalnya, dengan cara ini mereka "mengamankan" persediaan makanan yang cukup untuk beberapa waktu.
Pengasinan Ikan Pengasinan juga telah dilakukan oleh para nelayan di berbagai belahan dunia sejak ribuan tahun.
Nelayan mengasinkan ikan tangkapan mereka di laut untuk memastikan bisa bertahan hingga mereka kembali ke daratan.
Meski begitu, cara pengasinan ini berbeda di tiap wilayah.
Di beberapa negara, pengasinan dilakukan dengan metode kering.
Sedangkan beberapa wilayah lain menggunakan metode basah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gelombang-tinggi-produksi-ikan-asin-di-jepara-menurun_20150702_225958.jpg)