Wijayanto Minta Kapolda Jateng Bentuk Tim Selidiki Dugaan Suap ke Penyidik Polrestabes Semarang

Gabungan Element Masyarakat Peduli Amanat Reformasi (GEMPAR) Jateng menyikapi adanya dugaan suap kepada penyidik Polrestabes Semarang dan Polda Jateng

Wijayanto Minta Kapolda Jateng Bentuk Tim Selidiki Dugaan Suap ke Penyidik Polrestabes Semarang
ISTIMEWA
Polisi memasang garis polisi di dua kamar yang diduga sebagai tempat praktik prostitusi di Zeus Karaoke. 

Namun yang disesalkan Gempar, penyidik Polrestabes Semarang tidak menyeplit kasus prostitusi dan pencucian uang.

"Harusnya bisa di split, prostitusi dilimpahkan dulu, kan kasus ecek-ecek dan sudah lengkap keterangan beserta barang bukti.

Nanti baru kasus pencucian uangnya," katanya.

Terkait keterangan salah satu investor yang mengaku ada praktik suap dalam kasus tersebut, dia meminta Kapolda Jateng segera membentuk tim mengusut dugaan tersebut.

Bahkan menurutnya, bila diperlukan tim ini langsung diawasi oleh Mabes Polri.

 "Supaya kasus benar-benar tuntas dan tidak ada permainan," ujarnya.

 Tak hanya itu, Wijayanto juga meminta kepolisian memeriksa pejabat Pemkot Semarang terkait perpajakan Zeus Karaoke.

 "Pajak yang dibayar Zeus Karaoke cuma 10 persen, padahal Perda Kota Semarang pajak seharusnya 25 persen, kemana 15 persennya?

Berarti ada pembiaran dari oknum pejabat Pemkot Semarang," katanya.

Sementara itu, beberapa pejabat terkait tidak memberikan konfirmasi saat dimintai keterangan.

Kabid Propam Kombes Pol Jamaludin, Dir Reskrimum Polda Jateng Kombes Pol Herry Santoso dan Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Fahmi tidak memberikan respon baik panggilan telpon maupun pesan singkat. (*)

Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved