Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sri Rela Tak Dibayar dan Siap Terjun ke Masyarakat Entaskan Buta Aksara di Kota Pekalongan

116 relawan pengentasan buta aksara berkumpul di Aula Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Pelantikan 116 relawan pendidik buta aksara di aula Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Kamis (18/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - 116 relawan pengentasan buta aksara berkumpul di Aula Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan.

Ratusan relawan tersebut nantinya akan dikerahkan untuk memberikan edukasi ke masyarakat.

Mayoritas relawan merupakan guru yang mengajar di beberapa sekolah yang ada di Kota Batik.

Mereka akan diterjunkan di tengah-tengah masyarat di empat kecamatan untuk mengentaskan buta aksara.

Adapun dari 162 orang buta aksara di Kota Pekalongan, 60 orang dinyatakan lulus dan bisa membaca melalui program melek aksara pada 2018 lalu.

Dan pada tahun ini, 102 orang lainnya disasar dalam program serupa yang dibantu oleh ratusan relawan.

Sri Handayani satu di antara relawan, menuturkan, ia sudah ikut dalam program pengentasan buta aksara tahun lalu.

“Tahun lalu saya ikut dalam mengentaskan buta aksara, dan tahun Ini saya ikut kembali.

Sebagai tenaga pendidik saya dan relawan lainnya siap memberikan ilmu kepada masyarakat,” paparnya, Kamis (18/7/2019).

Dilanjutkannya suatu kepuasan bisa melihat warga Kota Pekalongan yang belum mengenal huruf akhirnya bisa membaca.

“Kami rela tak dibayar dan kami siap diterjunkan.

Tujuan kami hanya satu, bisa memberikan ilmu kepada masyarakat,” tuturnya.

Wanita yang berprofesi sebagai guru di SDN Degayu 02 itu, juga menuturkan pengelamannya saat menjadi relawan pendidik buta aksara tahun lalu.

“Waktu itu sampai warga yang saya ajari membaca ketakutan karena ia merasa tidak bisa menghafal huruf, bahkan ia sampai kabur ke rumah anaknya.

Tapi sebagai pengajar saya melakukan pendekatan dan akhirnya ia mau belajar membaca.

Melihat hal itu saya merasa terharu sendiri,” paparnya.

Sementara itu Walikota Pekalongan, Saelany Mahfudz, menargetkan tahun 2020 mendatang, Kota Batik bebas dari buta aksara.

“Dua tahun lalu dari Kementerian mendata ada 249 orang buta aksara di Kota Pekalongan, untuk itu saya meminta agar data tersebut didata ulang dan mendapatkan 162 orang yang buta aksara,” paparnya.

Saelany menjelaskan, setelah dilakukan pendataan, program pengentasan buta aksara dimulai dan membuahkan hasil.

“Tahun lalu 60 orang sudah bebas dari buta aksara, dan tahun ini 102 orang kami berikan pendampingan melalui relawan hingga September mendatang.

Kami berharap 2020 mendatang Kota Pekalongan bebas dari buta aksara,” tambahnya. (bud)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved