Rencana Likuidasi BKK Pringsurat Temanggung Membuat Nasabah Khawatirkan Pengembalian Dana

Munculnya rencana likuidasi Badan Kredit Kecamatan (BKK) Pringsurat menimbulkan kecemasan yang sangat bagi para nasabah.

Rencana Likuidasi BKK Pringsurat Temanggung Membuat Nasabah Khawatirkan Pengembalian Dana
TRIBUN JATENG/YAYAN ISRO ROZIKI
Nasabah PD BKK Pringsurat melihat daftar pengumuman, siapa-siapa nasabah yang mendapat giliran pengembalian. 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Munculnya rencana likuidasi Badan Kredit Kecamatan atau BKK Pringsurat Temanggung menimbulkan kecemasan yang sangat bagi para nasabah.

Mereka khawatir, likuidasi akan menghambat pengembalian dana nasabah, sebagaimana komitmen yang pernah disampaikan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, pada akhir Januari 2019 lalu.

Demikian disampaikan seorang perwakilan nasabah BKK ‎Pringsurat, Joko Yuwono.

Kasus Suap Bupati Nonaktif Jepara, Sekretaris PN Semarang Ceritakan Perbuatan Hakim Lasito

Menurut dia, memang nasabah belum mendapat pemberitahuan serta penjelasan secara resmi perihal rencana likuidasi dari pemilik BKK Pringsurat, dalam hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung.

"Akan tetapi, sejak awal bulan kami ke sana selalu tutup. Kami sudah mulai berpkiran macam-macam. Terus terang, itu menimbulkan ke‎cemasan bagi kami," tuturnya, Selasa (23/7/2019).

‎Terlebih, dituturkan, saat kemarin-kemarin nasabah datang ke kantor BKK Pringsurat, hanya bisa menemui para pegawai. Bukan jajaran direksi.

Sehingga, ketika para nasabah bertanya, para pegawai tak dapat memberi penjelasan apapun yang memadai.

"Tidak beroperasinya kantor BKK dan tak ada penjelasan dari direksi atau pemilik, membuat kami bingung, cemas, khawatir, bagaimana kelanjutan pengembalian dana kami," ujarnya.

Selama 7 Bulan, Kejaksaan Negeri Karanganyar Sebut Selamatkan Uang Negara Rp 2,3 Miliar

‎Ditambahkan, komitmen Gubernur untuk pengembalian dana nasabah tahap pertama sebesar Rp25 miliar --yang menurutnya baru sebagian kecil dari keseluruhan dana nasabah--, hingga saat ini saja belum rampung.

"Dulu kan Gubernur sudah berjanji akan ada dana talangan, sampai sekarang kelanjutannya seperti apa tidak jelas, pasti itu menimbulkan kecemasan bagi nasabah," tandas Joko.

Halaman
12
Penulis: yayan isro roziki
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved