Boris Johnson, Mantan Jurnalis Penuh Kontroversi Yang Kini Jadi Perdana Menteri Inggris
Boris Johnson akhirnya memenuhi ambisinya menjadi Perdana Menteri Inggris setelah memenangkan pemilihan Pemimpin Partai Konservatif
Sambil mempersiapkan diri menuju pemilu berikutnya, Johnson hengkang ke majalah mingguan The Spectator pada 1999 sebagai editor utama walau ketika menerima posisi ini, dia menyatakan akan mengabaikan ambisi politiknya.
Selang dua tahun kemudian, Johnson terpilih sebagai anggota parlemen dari distrik Henley.
Johnson memiliki rekor kehadiran yang rendah di parlemen.
Walaupun begitu, dia dipercaya memegang sejumlah posisi sebagai Wakil Ketua Umum Partai, Menteri Bayangan Kebudayaan serta Menteri Bayangan Pendidikan Tinggi.
Di periode ini, skandal perselingkuhannya terkuak ke publik yang membuat dia dilengserkan dari posisinya.
Skandal demi skandal tidak menghambat karir politiknya.
Pada 2008, dia secara mengejutkan terpilih sebagai Wali Kota London, kota basis kuat Partai Buruh, mengalahkan petahana dua periode Ken Livingstone.
Popularitasnya sebagai wali kota melesatkan namanya ke kancah politik nasional.
Dia memimpin London menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2012.
Salah satu kebijakan paling populer adalah menginiasiasi transportasi sepeda umum di ibukota Inggris itu.
Selain itu angka kriminal juga menurun tajam sepanjang delapan tahun jabatannya.
Gaya politiknya yang terkesan tidak serius, membingungkan, berantakan, serta tanpa arah namun anehnya kharismatik dan humoris menjadi pesona khas yang semakin lekat di dirinya hingga membuat dia dibandingkan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Tidak ketinggalan juga adalah gaya rambutnya yang kerap acak-acakan, cara berpakaian yang tidak rapi, serta sering terlambat ke acara.
Ambisinya menjadi perdana menteri mulai tercium ketika Johnson kembali ke parlemen Inggris pada 2015 mewakili distrik Uxbridge dan Ruislip Selatan.
Johnson kemudian menjadi arsitek utama kampanye “Leave” pada referendum Brexit atau keanggotaan Inggris di Uni Eropa pada 2016.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menlu-inggris_20161209_203902.jpg)