Kapolres Blora Minta Seluruh Cakades di Eks Kawedanan Cepu Sepakati Deklarasi Damai

Deklarasi damai dipimpin langsung Bupati Djoko Nugroho dengan dihadiri Kapolres Blora AKBP Antonius Anang, Dandim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi.

Humas Polres Blora
Kapolres Blora AKBP Antonius Anang saat deklarasi damai jelang pelaksanaan pilkades. 

Maka dari itu selain mendapat back up pasukan dari Brimob dan Perintis Polda Jateng.

Masyarakat diminta menjaga situasi kamtibmas di wilayah desa masing-masing jangan sampai terpengaruh provokasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Polres Blora akan mendapatakan bantuan pasukan pengamanan, nantinya setiap Polsek akan di Back Up satu pleton Pasukan dan untuk pasukan Brimob akan ditempatkan pada lokasi yang strategis dan dianggap rawan,” jelasnya.

Hal tersebut mendapat dukungan dari Dandim 0721/Blora bahwa TNI siap membatu Polri dalam menjaga situasi kamtibmas selama pelaksanaan Pilkades.

“Pengamanan Pilkades adalah tanggungjawab bersama, maka dari itu TNI selalu siap membantu Polri,” ungkap Letkol Inf Ali Mahmudi.

Sementara itu, Bupati Djoko Nugroho dalam sambutannya menyampaikan pilkades mempunyai potensi gangguan keamanan yang tinggi karena sekup wilayahnya sempit.

Oleh karena itu bupati meminta agar seluruh calon Kades bisa berkomitmen menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah selama tahapan pilkades serentak berlangsung.

“Jangan sampai padu (bertengkar) dengan tetangga dan saudara sendiri gara-gara beda pilihan dan beda dukungan."

"Pada dasarnya seluruh pemilihan itu ada yang menang dan ada yang kalah, semuanya harus siap menang dan siap kalah."

"Pileg dan Pilpres di Blora berjalan lancar, maka selanjutnya Pilkades serentak juga harus bisa lancar, aman dan kondusif,” kata Bupati.

Terkait adanya 2 desa yang gagal mengikuti Pilkades serentak pada 4 Agustus mendatang lantaran para calon kadesnya mundur dan menyisakan calon tunggal, Bupati menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi.

“Untuk Desa Desa Biting Kecamatan Sambong dan Desa Banjarejo Kecamatan Banjarejo, akan kita evaluasi."

"Bagaimana sebenarnya kok bisa gagal ikut Pilkades serentak gara-gara calonnya mundur."

"Jika itu disengaja untuk menggagalkan Pilkades, maka calon yang mundur itu akan kita beri sanksi tegas agar ke depan tidak bisa ikut Pilkades lagi untuk selamanya,” tegas Bupati. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved