Pemkot Pekalongan Lambat, DPRD: Sudah Setahun Sampah Pasar Darurat Sorogenen Tak Tertangani
DPRD Kota Pekalongan desak Pemkot untuk lakukan penanganan sampah dan pembangunan rumah ibadah di Pasar Darurat Sorogenen.
Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - DPRD Kota Pekalongan desak Pemkot untuk lakukan penanganan sampah dan pembangunan rumah ibadah di Pasar Darurat Sorogenen.
Pasalnya, permintaan tersebut sudah dilayangkan usai pedagang Pasar Banjarsari menempati Pasar Darurat Sorogenen, karena insiden kebakaran awal 2018 lalu.
Balgis Diab Ketua DPRD Kota Pekalongan menuturkan, penanganan sampah pasar harus dilakukan secara serius.
“Untuk kenyamanan warga yang tinggal di sekitar pasar darurat dan pedagang, harusnya sampah di pasar darurat bisa ditangani secepat mungkin, tidak berlarut-larut. Karena keluhan ini sudah berlangsung hampir setahun,” paparnya, Senin (29/7/2019).
Dilanjutkannya, banyak warga yang mengeluhkan kondisi sampah di pasar darurat, baik Sorogenen maupun Taman Patiunus.
“Warga juga mengeluhkan kondisi pasar yang semakin kotor. Tidak hanya itu, pedagang juga merasakan hal serupa. Kami akan tekankan agar Pemkot melalui dinas terkait segera melakukan gerakan,” imbuhnya.
Ditambahkannya, aspirasi membangun musala juga didengar oleh DPRD Kota Pekalongan.
“Pembangunan musala juga belum dilakukan. Padahal sudah hampir setahun pedagang meminta pembangunan rumah ibadah itu,” tambahnya. (Budi Susanto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kinerja-pemkot-pekalongan-lambat.jpg)