Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kenakan Seragam Pakaian Adat, Para ASN Pemprov Jateng Makin Bangga

Ada hal yang menarik saat para pegawai di kantor Gubernur Jawa Tengah berdatangan untuk masuk kerja pada Kamis (1/8/2019).

Penulis: faisal affan | Editor: suharno
ISTIMEWA
Ilustasi pegawai di kantor Gubernur Jawa Tengah saat menggunakan pakaian adat Jawa Tengah, Kamis (1/8) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ada hal yang menarik saat para pegawai di kantor Gubernur Jawa Tengah berdatangan untuk masuk kerja pada Kamis (1/8/2019).

Yang menarik yakni, seluruh pegawai kantor Gubernur baik laki-laki maupun perempuan menggunakan pakaian adat Jawa Tengah.

Mereka nampak gagah ketika menggunakan baju Samin, Sorjan maupun Beskap. Sedangkan perempuannya terlihat anggun menggunakan kebaya.

Apa yang sedang mereka kenakan merupakan himbauan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengeluarkan surat edaran (SE) nomor 065/0016031/2019.

Bupati Mundjirin Lantik 105 Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Semarang

Di dalam surat edaran tersebut menjelaskan, seluruh pegawai dan karyawan Pemprov Jawa Tengah wajib menggunakan pakaian adat Jawa Tengah setiap Kamis pekan pertama hingga ketiga.

Kemudian pada hari Kamis pekan keempat mereka dianjurkan menggunakan pakaian adat Nusantara.

Sebenarnya, aturan menggunakan pakaian adat sudah diberlakukan sejak lama. Namun sebelumnya para pegawai hanya menggunakan pakaian adat setiap tanggal 15.

Susi, satu di antara ASN di kantor Gubernur Jawa Tengah, mengatakan senang bisa menggunakan kebaya saat bekerja.

"Saya merasa lebih anggun dan percaya diri. Seperti merasa jadi perempuan Indonesia seutuhnya," ujarnya.

Dia juga mengatakan, kenyamanannya beraktivitas di kantor tidak terganggu dengan kebaya yang digunakan.

Menurutnya, kebaya yang ia pakai tidak ribet dan sangat simpel, juga tidak mengganggu aktivitas bekerja.

"Tidak mengganggu sama sekali, karena pekerjaan saya tidak menuntut banyak bergerak. Kalau soal ribet apa tidak, stigma ini yang harus dilawan. Sekarang kebaya banyak yang sudah dimodifikasi, jadi praktis tinggal pakai. Misalnya jarik ini, sudah ada yang modern bentuknya seperti rok, jadi tidak perlu ribet manual memakainya,” tambahnya tersenyum.

Piutang Iuran BPJS Ketenagakerjaan Temanggung Capai Rp3,2 Miliar

Selain senang dengan kebijakan Ganjar mewajibkan mengenakan pakaian adat, Susi yang merupakan warga asli Sulawesi Selatan ini juga senang karena pada Kamis pekan terakhir diwajibkan mengenakan pakaian adat nusantara.

"Nanti saya akan pakai pakaian adat Toraja, pasti lucu. Ini sudah saya pesan,” tambahnya.

Meski banyak yang senang, namun ada pula sejumlah ASN di lingkungan Pemprov Jateng yang kurang setuju dengan kewajiban pakaian adat tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved