Breaking News:

Menristekdikti Siapkan 5 Perguruan Tinggi untuk Diisi Rektor Asing

Rencana penggunaan rektor asing di perguruan tinggi di Indonesia semakin dimatangkan oleh Kemenristekdikti.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: m nur huda
Tribun jateng/akbar hari mukti
Menristekdikti Mohamad Nasir dan Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama mendatangi prosesi siraman di pengambilan sumpah dokter baru di gedung FK Undip, Kamis (1/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rencana penggunaan rektor asing di perguruan tinggi di Indonesia semakin dimatangkan oleh Kemenristekdikti.

Setelah Presiden menyetujui wacana tersebut, Menristekdikti Mohamad Nasir mengaku telah memetakan perguruan tinggi mana saja yang dijajaki menggunakan rektor asing.

Hal itu untuk mendongkrak peringkat perguruan tinggi Indonesia semakin baik di mata dunia.

"Sudah dipetakan. Mulai tahun depan kami jajaki 2-5 perguruan tinggi gunakan rektor asing, mulai 2020-2024," paparnya saat ditemui di pengambilan sumpah dokter baru ke-227 periode III tahun 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, Semarang, Kamis (1/8/2019).

Terkait nama-nama perguruan tinggi tersebut, Nasir belum dapat membocorkan. Karena masih dalam tahap pemetaan lebih lanjut.

Namun, ia tak menampik perguruan tinggi yang ditunjuk bisa dari perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH), perguruan tinggi negeri badan layanan umum (PTN-BLU), PTN Satker, PTN baru, bahkan perguruan tinggi swasta.

Menurutnya, yang paling siap dan memenuhi standar untuk bisa berpacu di rangking dunia lah yang ditunjuk.

"Intinya mereka yang siap, agar peringkat semakin baik," kata Nasir.

Terkait rektor dari luar negeri, menurut Nasir sudah ada beberapa profesor dari luar negeri yang mendaftar. Di antaranya profesor dari Korea, Amerika dan Inggris.

Khusus untuk profesor dari Korea, bahkan mereka yang sudah meminta.

"Ia mengaku pernah jadi rektor di universitas di Korea. Dulunya kampus biasa, sekarang jadi universitas besar berperingkat bagus."

"Sementara yang dari Amerika dan Inggris, menanyakan teknis penerapannya nanti seperti apa di Indonesia," ujar dia.

Namun pihaknya masih mendalami permintaan para profesor luar negeri tersebut. Menurut Nasir, mereka yang ditunjuk harus benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik.

Yaitu mendongkrak peringkat perguruan tinggi yang dipimpinnya jauh lebih baik.

"Nanti teknisnya profesor yang ditunjuk, ada kesepakatan dengan kami. Dalam. Jangka waktu berapa tahun harus bisa naik."

"Kalau merasa tak bisa, lebih baik tak usah mendaftar," katanya.

Terkait pendanaan, menurutnya menggunakan anggaran dari pusat. Hal itu agar tidak merusak anggaran yang ada di perguruan tinggi yang sudah ditunjuk.

"Jumlah anggarannya belum ada, kami masih koordinasi dengan Menteri Keuangan," urainya.

Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama mengaku setuju dengan usulan penggunaan rektor asing dari Menristekdikti.

Yos berpandangan bahwa kampus-kampus di Indonesia harus unjuk gigi di peringkat dunia. Termasuk Undip yang sudah berstatus PTN-BH.

"Kalau saya manut saja. Intinya apa yang disampaikan Menteri Nasir saya manut dan setuju," kata dia. (akbar hari mukti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved