Tak Tahu KA Menoreh Melintas, Seorang Nenek Tewas Tertemper Kereta di Semarang Barat

Kasus kecelakaan yang selama ini terjadi di perlintasan kereta api baik perlintasan sebidang berpintu pengaman maupun tidak.

Tak Tahu KA Menoreh Melintas, Seorang Nenek Tewas Tertemper Kereta di Semarang Barat
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Pihak Kepolisian Semarang Barat mendatangi TKP terserempetnya seorang perempuan oleh kereta api, Selasa (6/8/2019) di perlintasan kereta api Karangayu Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus kecelakaan yang selama ini terjadi di perlintasan kereta api baik perlintasan sebidang berpintu pengaman maupun tidak nampaknya perlu segera diperhatikan, tak terkecuali di Kota Semarang.

Dalam kurun waktu dua bulan terakhir yakni Juli-Agustus terdapat dua kejadian kecelakaan yang menyebabkan hilangnya nyawa dua orang.

Kebanyakan dari mereka (korban) dalam kondisi nahas dengan sebagian anggota tubuh hancur.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Jateng, ada dua kecelakaan dengan lokasi yang sama yakni perlintasan kereta api sebidang tak berpalang pintu di belakang Pasar Karangayu Jalan Damar Wulan I Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang.

Sudah 7 Lokalisasi Ditutup Tahun 2019, Kementerian Sosial: Target 5 Lagi, 2 di Kota Semarang

Kejadian pertama tertanggal 25 Juli yang menyebabkan seorang warga dengan kondisi mengenaskan hancur sebagian tubuh setelah tertampar kereta api.

Kejadian berlanjut pada hari Selasa (6/8/2019) yang melibatkan seorang nenek yang tertemper KA 149 Menoreh pukul 08.10 WIB.

Polsuska Stasiun Tawang Semarang Yulius mengatakan KA 149 Menoreh pada awalnya bergerak dari Stasiun Tawang Semarang menuju Stasiun Pasar Senen Jakarta sekitar pukul 08.00 WIB.

Diperkirakan pukul 08.10 KA tersebut melintas di perlintasan belakang Pasar Karangayu dan kemudian menyerempet seorang nenek bernama Biyani warga Taman Jonggring Saloko V, Krobokan, Semarang Barat, Kota Semarang diperkirakan usia di atas 80 tahun.

"Infonya si korban biasa pergi ke pasar tiap pagi. Karena diduga mengalami gangguan pendengaran, di tempat yang biasa ia menyebrang, korban tidak mengetahui ada kereta hendak melintas. Banyak warga sudah meneriakkan namun tak menghindar," terang Yulius.

Korban pun dipastikan meninggal di tempat oleh Tim Inafis Polrestabes Semarang dan segera dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang diantar Kepolisian setempat dan juga keluarganya.

"Jasad korban masih utuh cuma lecet di bagian kepala, fraktur kaki dan tangan. Namun meninggal di tempat," pungkas Yulius.

Pemkot Semarang Bakal Eksekusi Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning Tanggal 15 Agustus 2019

KSPK Polsek Semarang Barat Aiptu Mulyono bersama tim piket intel, piket reskrim mendatangai TKP kejadian.

Aiptu Mulyono mengatakan, kejadian yang menyebabkan meninggalkan seorang nenek tersebut berada di perlintasan doble track pada KM 2+3.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, tim Inafis membawa korban ke RSUP Dr Kariadi untuk kemudian diserahkan ke keluarganya.

"Korban sudah sama keluarganya di kamar jenazah. Dan segera diurus untuk pemakaman," jelasnya. (sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved