Anak Sudah Besar Masih Suka Ngompol? Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Enuresis
Enuresis merupakan ketidaksanggupan mengontrol pengeluaran air seni tanpa terkendali atau ngompol yang terulang.
Penyebab kasus enuresis bisa dari aspek medis seperti masalah kandung kemih atau gangguan hormon maupun aspek psikologis yang berupa kecemburuan anak dengan hadirnya adik baru di dalam keluarga, labelling, sikap negatif orangtua, ketidakmampuan adaptasi atau penyesuaian diri di lingkungan baru, kecemasan atau upaya untuk diperhatikan orangtua atau sebagai bentuk ekspresi anak terhadap kemarahan orangtua.
Untuk mengatasi enuresis dapat dilakukan beberapa cara oleh orangtua antara lain :
- Anak dibangunkan pada tengah malam hari untuk diajak kencing ke toilet dan harus ditemani orangtua kalau perlu sampai digendong
- Apabila anak sudah mengompol sebelum jam weker atau alarm berbunyi, harus tetap bangun atau dibangunkan dan anak membersihkan kencingnya di toilet.
- Anak harus mengganti baju sendiri dan seprei basah dengan yang kering.
- Ketika proses pembelajaran tersebut, anak diminta untuk menandai hari ketika tidak mengompol dengan stiker menarik atau dengan token ekonomi berupa koin atau kelereng yang dapat ditukar dengan suatu benda sebagai reward jika target perilaku yang diinginkan telah tercapai karena sebagai motivasi anak.
- Jam weker atau alarm sudah tidak dinyalakan lagi sampai anak sudah tidak mengompol.
Terkait informasi perihal program studi Psikologi Universitas Nasional Karangturi dapat menghubungi langsung tlpn. 024-3545882 / 08112710322 (WA) atau unkartur.ac.id. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/enuresis-unkartur.jpg)