Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

JJ Rizal Geram: Di Negara Ini Lebih Gampang Cari Kuntilanak daripada Pemimpin Seperti Hatta

Budayawan JJ Rizal geram dengan pejabat di pemerintahan. Hal tersebut diungkapkannya melalui acara Indonesia Lawyer Club (ILC) pada Selasa (6/8/19).

Tayang:
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
YOUTUBE
JJ Rizal Geram: Di Negara Ini Lebih Gampang Cari Kuntilanak daripada Pemimpin Seperti Hatta 

TRIBUNJATENG.COM- Budayawan JJ Rizal geram dengan pejabat di pemerintahan.

Hal tersebut diungkapkannya melalui acara Indonesia Lawyer Club (ILC) pada Selasa (6/8/19).

Dalam acara tersebut Karni Ilyas memberikan kesempatan JJ Rizal untuk bercerita.

"Apa yang anda alami?" tanya JJ Rizal.

JJ Rizal lantas angkat bicara.

Ia mengaku kehilangan anggota keluarga.

Yang ia maksud adalah hewan peliharaannya yang sudah ia anggap sebagai anggota keluarga sendiri

"Saya sama seperti korban lainnya, saya kehilangan anggota keluarga, bagi sebagian orang hewan peliharaan itu kan sudah menjadi anggota keluarga, nggak bisa disembarabngkan," ujar JJ Rizal.

Karni Ilyas lantas tertawa mendengar ucapan JJ Rizal.

"Sebenarnya saya punya 2 kolam, isinya 43 ikan koi, saya pelihara 6 tahun, dari panjangnya 15 cm-25 cm hingga menjadi 50-80cm
Ikan koi saya bukan ikan koi impor, bukan dari jepang grade A yang mahal harganya mahal puluhan juta," ujarnya.

"Ikan koi saya ikan koi kampung, petani-petani koi kampung yang mengkombinasikan ikan koi dengan ikan emas dari parung dengan ikan kio dari jepang, saya bukan pekontes tapi saya hobi memelihara ikan koi," imbuhnya.

JJ Rizal mengaku snagat menyayangi ikan koi miliknya tersebut karena sudah 6 tahun bersama dan menjadi bagian dari keluarganya.

"Bagi saya ukuran koi cantik atau nggak cantik bukan dari jepang, tapi cantik karena ikatan saya dengan ikan koi itu, ikatan saya sudah panjang lama, dan saya merasa mereka bagian dari ekosistem saya, keluarga saya," ujarnya.

JJ Rizal mengatakan sebelum listrik mati, JJ Rizal sempat memberi makan ikan koi nya tersebut.

"Listrik mati 18 jam di rumah saya, koi saya itu ketika listrik padam, baru saja saya kasih makan, nah biasanya kalau ikan koi habis makan butuh oksigen yang banyak, karena begitu listrik mati saya keluarkan airator saya yang bertahan 6 jam," ujarnya.

Ia menduga listrik akan mati hanya beberapa jam, ternyata tidak demikian hingga ikan koinya mati.

"Akhirnya, ikan koi yang besar, sudah mengambang, mati dia," ujarnya.

JJ Rizal sudah berusaha menggunakan segala cara agar ikan koi tetap mendapatkan oksigen.

"Saya sudah pakai tangki air, pakai galon saya lubangi, lalu saya keluar, nggak tega melihat proses sakaratul maut keluarga saya (ikan koi)," ujar JJ Rizal sambil tertawa.

JJ Rizal lantas mengambil emergency lamp dan mengubur 43 ikan koi miliknya.

"Saya ambil lampu emergency saya gali kubur unutk 43 ikan koi saya, air mata saya berkucuran, ya karena ikatan Bang, melihat dia dari liar, tumbuh, besar, kenal, menjadi lulut, memori itu beberengan dengan saya saat menggali tanah, saya nggak sanggup bang Karni jam setengah 2 malam, lalu separuhnya saya masukin kulkas dan saya akan upacarin besok lagi," ujar JJ Rizal.

JJ Rizal lantas mengaku geram dengan pernyataan pihak PLN.

"Dan waktu pagi saya kubur, saya kaget denger berita bahwa PLN meminta korban akibat pemadaman listrik untuk ikhlas,"

"Saya pikir PLN ini institusi negara, pejabatan negara, bukan pemuka agama, masak saya diajari ikhlas," ujar JJ Rizal disambut tepuk tangan penonton.

JJ Rizal lantas meminta agar jawaban para pejabat adalah jawaban yang bertanggungjawab.

"Saya pasti ikhlaslah, tapi saya ingin dengar pejabat negara bicara bertanggungjawab," ujarnya.

JJ Rizal lantas mengaku geram dengan jawaban pihak PLN yang menyalahkan pohon dan layangan.

"Saya lebih kaget lagi, mulai timbul fantasi-fantasi aneh, pohon sengon, kedua menyalahkan layangan, Setahu saya BUMN ini di bawah pemerintah," ujarnya.

JJ Rizal lantas menilai jawaban PLN seperti mengikuti ucapan Rocky Gerung tentang fiksi.

"Mengapa menjadi pengikut Rocky Gerung, Rocky kan pernah bilang, fiksi itu mengaktifkan imajinasi, ada satu jawaban, agar listrik cepat menyala, kita butuh bantuan transformer, itu kan fiksi," ujarnya.

JJ Rizal lantas kaget dengan jawaban-jawaban pihak PLN.

"Jadi saya kaget ketika banyak orang jadi korban, PLN bikin jawaban yang ajaib-ajaib," ujarnya.

JJ Rizal lantas mengkritik dengan menyebut negara Indonesia ini negara pejabat.

"Saya jadi mengerti kalau negara ini negara pejabat, negara kalau ada masalah dia cari selamat, mengungkapkan hal yang ajaib-ajaib, bukan berpikir seperti pendiri bangsa, yang mayoritas punya hewan peliharaan," ujarnya.

JJ Rizal lantas megatakan bahwa Soekarno dan Hatta memiliki kucing.

Ia menyebut bahwa sosok Hatta memelihara kucing agar bisa belajar bertanggungjawab, mengasihi dan peduli.

"Hatta itu punya lebih dari 10 kucing, Bung Karno sama punya 35 kucing, Hatta ditanya mengapa punya banyak kucing, jawabannya adalah kita punya hewan peliharaan agar kita belajar bertanggungjawab, mengasihi, peduli," ujarnya.

JJ Rizal lantas menyebut bahwa di Indonesia lebih gampang cari kuntilanak daripada sosok pemimpin seperti Hatta.

"Nah ini yang saya kaget, contoh teladan seorang pemimpin adalah Hatta, dan hari ini negara kita nggak punya sosok seperti Hatta, lebih gampang cari kuntilanak daripada orang yang seperti hatta," ujar JJ.

Diketahui, Padamnya listrik yang berdampak besar terhadap masyarakat, terutama di Jawa, tidak hanya terjadi kemarin, Minggu (4/8/2019).

Presiden Joko Widodo mengingatkan PT PLN Persero sebagai penyedia layanan listrik di Indonesia, peristiwa padamnya listrik itu juga pernah terjadi belasan tahun lalu.

"Pernah kejadian pada 2002 di Jawa dan Bali. Mestinya itu bisa jadi pelajaran bersama," kata Jokowi, yang mendatangi langsung direksi PLN di kantor pusat PLN, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (5/8/2019).

"Jangan sampai kejadian yang pernah terjadi, kembali terjadi lagi," ucap Presiden Jokowi.

Bahkan, Presiden Jokowi heran saat PLN terlihat tidak dapat berbuat banyak saat listrik padam. Padahal, PLN terbilang sebuah perusahaan besar.

"Dalam sebuah manajemen besar seperti PLN mestinya, menurut saya, ada tata kelola risiko-risiko yang dihadapi," ucap Jokowi kepada direksi PLN.

"Dengan manajemen besar tentu saja ada contingency plan, backup plan (rencana cadangan). Pertanyaan saya, kenapa itu tidak bekerja dengan cepat dan baik," kata Kepala Negara.

Jokowi menilai, peristiwa padamnya listrik kemarin tidak hanya merugikan PLN sebagai badan usaha milik negara.

"Kita tahu ini tidak hanya bisa merusak reputasi PLN, tetapi juga di luar PLN. Terutama konsumen sangat dirugikan," ucap Jokowi.

Jokowi kemudian menyinggung soal pelayanan transportasi umum yang terganggu karena padamnya listrik.

"Pelayanan transportasi umum sangat berbahaya sekali, MRT misalnya. Oleh sebab itu pagi hari ini saya ingin mendengar langsung, tolong disampaikan yang simpel-simpel saja," kata Jokowi.

"Kemudian kalau ada hal yang kurang ya blak blakan saja. Sehingga bisa diselesaikan dan tidak terjadi lagi untuk masa masa yang akan datang," tutur Kepala Negara.

Dalam pertemuan itu, Presiden terlihat didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, serta Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian.

Sementara di ruang rapat itu, hadir belasan jajaran PT PLN Persero, termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved