Mbah Moen Punya 10 Putra-Putri, Siapa yang Mengasuh Ponpes Al Anwar Sarang? Ini Kesepakatan Mereka
Lantas sepeninggal Mbah Moen, sapaan akrab KH Maimun Zubair, siapakah yang akan meneruskan tongkat estafet pengasuh Pesantren Al-Anwar?
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, REMBANG – Wafatnya KH Maimun Zubair menyisakan kesedihan mendalam bagi umat Islam Indonesia.
Kiai Karismatik yang juga sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmang, Sarang, Rembang itu wafat pada Selasa (6/8/2019) menjelang subuh di Makkah.
Pondok yang memiliki ribuan santri dan alumni yang sudah tersebar ke berbagai daerah di Tanah Air itu menjadai salah satu rujukan untuk menempuh pendidikan agama.

Lantas sepeninggal Mbah Moen, sapaan akrab KH Maimun Zubair, siapakah yang akan meneruskan tongkat estafet pengasuh Pesantren Al-Anwar?
Diketahui, Mbah Moen memiliki 8 putra dan 2 putri.
Masing-masing telah menikah.
Di antara mereka ada yang menjadi pejabat publik.
Yaitu Taj Yazin Maimun yang kini menduduki jabatan Wakil Gubernur Jawa Tengah dan Majid Kamil Maimun yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Rembang.
Adapun putra Mbah Moen yaitu KH Abdullah Ubab, KH Najih, KH Majid Kamil, KH Abdul Ghofur, KH Abdul Rouf, KH Muhammad Wafi, Taj Yasin, Idror.
Sementara kedua putri Mbah Moen yaitu Sobihah dan Rodliyah.
Dari keterangan KH Majid Kamil, sepeninggal Mbah Moen, anak-anaknyalah yang akan meneruskan tongkat estafet pengasuh Pesantren Al-Anwar.

Mereka telah sepakat untuk bersama-sama meneruskan perjuangan sang ayah untuk mengurus pesantren.
“Diasuh bareng-bareng,” kata KH Majid Kamil, satu di antara putra Mbah Moen, kepada Tribunjateng.com, Rabu (7/8/2019).
Sejah ini, Mbah Moen sangat aktif dalam mengasuh pesantren.
Di antara kegiatan yang dilakukan dalam mengasuh, Mbah Moen terlibat langsung dalam mengajarkan ilmu agama.
Misalnya mengajarkan kitab Tafsir Jalalain dan Aqidatul Awam.
Tidak jarang, Mbah Moen mengimami salat berjemaah para santri. (*)