Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ratusan Driver Gocar Jebol Gerbang Kantor Gojek Semarang, Ini Alasannya

Ratusan driver Gocar menjebol gerbang pagar kantor Gojek Semarang di Jalan Siliwangi, Rabu (7/8/2019).

Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Kondisi Kantor Gojek Semarang setelah unjuk rasa ratusan driver Gocar berakhir, Rabu (7/8/2019). 

Pihaknya juga menyoroti pungutan yang diambil Gojek dari setiap order yang didapat driver, khususnya pada tarif dasar atau trip terpendek.

"Sekarang driver masih menerima Rp 8 ribu per tiga kilometer pertama sedangkan di penumpang sudah berubah menjadi Rp 12 ribu. Sebagai perincian Gojek memungut 20 persen dari tarif dan Rp 2 ribu asuransi yang entah kemana larinya. Asuransi katanya kita terima setelah meninggal dunia dengan catatan dalam keadaan bekerja," tuturnya.

Skema anyar tersebut diterapkan mulai 1 Agustus 2019.

Sebagai bentuk protes juga, para driver sebelumnya telah melakukan off bid masal selama lima hari sejak Senin-Jumat  (29/7-2/8/2019).

Unjuk rasa ini juga merupakan lanjutan aksi serupa pada Jumat (2/8/2019).

Menanggapi penyegelan oleh ratusan driver Gocar, VP Regional Corporate Affairs Gojek, Michael Say menyebutkan, pihaknya terbuka menerima masukan dari mitra Gojek.

Menurutnya, masukan tersebut penting untuk kemajuan Gojek.

"Namun kami sangat menyayangkan tindakan anarkis yang dilakukan oleh beberapa oknum orang di kantor Gojek kami di Semarang," ujar Michael Say melalui keterangan tertulis.

Ia membantah bahwa Gojek mangkir dari undangan mediasi oleh pemerintah.

Perusahaannya telah mengajukan penjadwalan ulang pertemuan karena undangan sebelumnya menurutnya mendadak.

"Undangan diterima mendadak sehari sebelum hari undangan. Padahal kami harus melakukan undangan kepada beberapa orang secara internal," jelasnya.

Ia menyebut, dalam aksi-aksi sebelumnya pun, secara intensif Gojek melakukan komunikasi.

Oleh karena itu ia mengimbau demo tidak perlu dilakukan apalagi hingga mengganggu ketertiban umum.

"Kami selalu terbuka terhadap aspirasi mitra dan telah memiliki wadah resmi yang kami lakukan secara berkala dengan mitra kami,

sehingga tanpa aksipun seluruh aspirasi mitra dapat disampaikan dan dapat kami realisasikan," bebernya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved