Aipda Bakti Sisihkan Gaji dan Tabungan Haji Untuk Dirikan Taman Pendidikan Al-Quran
Karenanya dia berpikir sebagai anggota polri musti dapat memberikan manfaat lebih kepada masyarakat khususnya lingkungan tempat tinggalnya
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Seringnya menjumpai pelaku tindak kejahatan ketika bertugas sebagai anggota polri satu diantara sebab perilaku kriminal karena kurangnya sentuhan agama pada seseorang, membuat Aipda Bakti Nur Cahyo (41) tergerak mendirikan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) ‘Prabu Kresna’ di kampung halaman Dusun Congol RT 02/RW 01, Desa Medayu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.
Semula aktivitas belajar mengajar memanfaatkan ruangan rumahnya, setelah delapan tahun berjalan sejak resmi berdiri 2012 lalu kini total ada sekira 60 santri dan tiga pengajar.
Kepada mereka tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis, sedang tenaga pengajar tetap diberikan uang lelah (bisyaroh) semampunya dari menyisihkan gaji bulanan.
Aipda Bakti Nur Cahyo mengatakan ide mendirikan TPQ dilatarbelakangi karena ditempatnya tinggal sekarang belum ada TPQ yang mengajarkan anak-anak belajar ilmu agama.
Ia khawatir, generasi masa depan bakal mudah terjerumus pada perilaku menyimpang apabila kurang dibekali dengan pengetahuan agama yang cukup.
“Hingga di tahun 2012 saya bersama istri memutuskan mendirikan TPQ yang kami namai ‘Prabu Kresna’ memanfaatkan sebagian tanah didepan rumah. Biaya pembangunan diambilkan dari menyisihkan gaji bulanan Rp 600 ribu dan tabungan yang semula hendak kami gunakan untuk naik haji,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (8/8/2019)
Aipda Bakti yang kini menjabat sebagai Kaurident Satreskrim Polres Salatiga bercerita dari pengalaman menjadi polisi hampir 18 tahun berlangsung menilai ketika seseorang itu sedang goyah mengalami ujian hidup ditambah dasar agamanya kurang sangat berpotensi melakukan tindak kejahatan kriminal.
Karenanya dia berpikir sebagai anggota polri musti dapat memberikan manfaat lebih kepada masyarakat khususnya lingkungan tempat tinggalnya.
Terlebih dia memiliki anak kecil dengan masa depannya yang masih panjang apabila lingkungan sekitarnya kurang baik, dikhawatirkan turut mempengaruhi tumbuh kembangnya.
Meski sekarang sudah ada tenaga pengajar sendiri termasuk istrinya, tak jarang sepulang piket bekerja di Polres Salatiga dirinya juga turut membantu mengajar para siswa atau santri di TPQ ‘Prabu Kresna’ miliknya.
Lewat TPQ ‘Prabu Kresna’ yang didirikannya itu dia tidak pernah menaruh harapan berlebihan bakal mendapatkan penghargaan atau apapun kecuali turut berperan memberikan pendidikan karakter agama sejak kecil.
“Seperti nama TPQ yang kami sematkan dahulu waktu mengurus ijin operasional dari Kemenag RI tahun 2014 sempat dipermasalahkan karena menggunakan nama tokoh pewayangan. Kemudian saya sampaikan alasannya kalau Islam masuk ke Indonesia diantaranya juga melalui pentas pewayangan oleh Walisongo.
Prabu Kresna sendiri adalah tokoh cendekia yang gemar membaca, saya berharap kelak anak didik kami dapat meneladaninya itu saja,” katanya
Ia menambahkan, kegiatan belajar mengajar di TPQ ‘Prabu Kresna’ sendiri dimulai dari sekira pukul 15.30 WIB (ba’da ashar) sampai sekira pukul 17.30 WIB. Selain aktivitas belajar mengajar, karena keterbatasan ruangan anak-anak disediakan pula taman bacaan, sembari mereka menunggu bergantian memasuki aula kelas diarahkan membaca beberapa buku yang tersedia disamping TPQ. Atas dedikasinya itu bertepatan hari ulang tahun (HUT) Bhayangkara ke 73 lalu ia mendapat penghargaan dari Kapolres Salatiga sebagai perwakilan polisi teladan 2019. Sebelum berdinas di Polres Salatiga Aipda Bakti Nur Cahyo pernah bertugas di Polres Semarang dan Polres Demak kurun waktu tahun 2000-2005.
Seorang relawan pengajar di TPQ ‘Prabu Krisna’ Ari Maslahkah mengaku senang turut dilibatkan mengajar, sebagai ibu yang juga memiliki anak dengan adanya TPQ sangat membantu masyarakat sekitar. Pasalnya, sebelum berdiri TPQ ‘Prabu Kresna’ warga lingkungan sekitar harus pergi cukup jauh untuk bersekolah agama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/aipda-bakti-nur-cahyo-kaurident.jpg)