Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jafri Sastra Dipecat PSIS Semarang, Arthur Bonai Bicara Soal Sosok Pelatih Baru

Dalam tujuh laga kandang sejauh ini, PSIS sudah menelan empat kekalahan, dua kali kemenangan dan sekali hasil seri

TRIBUN JATENG/F ARIEL SETIAPUTRA
Penyerang baru PSIS Semarang, Silvio Escobar melakukan peregangan otot bersama Arthur Bonai usai menjalani latihan di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Senin (13/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jafri Sastra menjadi pelatih ketujuh korban kerasnya kompetisi Liga 1 musim 2019.

Pelatih asal Padang, Sumatera Barat ini diputus kontraknya karena dianggap gagal memenuhi target manajemen PSIS Semarang hingga memasuki pekan ketiga belas kompetisi Liga 1 tahun ini.

Kamis (8/8/2019) siang kemarin, melalui Komisaris klub, Khairul Anwar, PSIS Semarang mengumumkan kebersamaannya dengan Jafri Sastra resmi berakhir.

Dalam tujuh laga kandang sejauh ini, PSIS sudah menelan empat kekalahan, dua kali kemenangan dan sekali hasil seri.

"Sebetulnya tidak ada yang salah dalam tim. Beliau adalah pelatih hebat. Di dalam sebuah tim, kita dari manajemen pasti akan mentarget.

Kalau target itu tidak terpenuhi otomatis manajemen akan bersikap. Jadi coach Jafri tidak ada masalah.

Tapi karena target tidak terpenuhi ya mau tidak mau kami harus bersikap," tegas Kairul dalam jumpa pers di Mess PSIS, Jalan Semeru Dalam 1, Semarang, Kamis kemarin.

Sebelum Jafri Sastra, beberapa pelatih klub Liga 1 lainnya juga dipecat karena dianggap gagal mengangkat performa tim.

Diantaranya, Fabio Lopez (Borneo FC), Ivan Kolev (Persija Jakarta), Aji Santoso (Persela Lamongan), Jacksen F Thiago (Barito Putera), Luciano Leandro (Persipura Jayapura), dan Jan Saragih (Perseru Badak Lampung FC).

Jafri Sastra
Jafri Sastra (Tribunjateng.com/Franciskus Ariel Setiaputra)

Sementara itu, gelandang PSIS Semarang, Arthur Barrios Bonai mengatakan, dirinya cukup menyayangkan pemecatan Jafri Sastra.

"Sebenarnya sangat disayangkan ya.

Coach Jafri itu orangnya baik, orangnya santai.

Tidak pernah menekan pemain, dan sering memberi motivasi agar bagaimana tim ini bisa berkembang.

Cuma saya juga tidak bisa berbuat banyak karena semua keputusan ada di manajemen," kata mantan kapten tim Perseru Serui ini.

Iapun berharap, siapaun pelatihnya nanti, bisa membawa PSIS bangkit dari keterpurukan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved