Sapi Kurban di Karanganyar Lepas Lalu Terjun ke Sungai, Tidak Bisa Naik Disembelih di Tempat
Warga Dusun Gedangan RT 1 RW 13 Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar terpaksa menyembelih seekor sapi kurban di sungai
Penulis: Agus Iswadi | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Warga Dusun Gedangan RT 1 RW 13 Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar terpaksa menyembelih seekor sapi kurban di sungai, Minggu (11/8/2019).
Cara ini ditempuh lantaran kondisi tidak memungkinkan membawa hewan ini ke tempat penyembelihan di masjid setempat.
Ketika dibawa ke tempat penyembelihan, sapi tersebut lari sebelum terjun masuk sungai kecil.
Ketua Panitia Kurban Masjid An-Nuur, Prapto (50), menyampaikan, sapi jawa berumur 2,5 tahun itu hingga selepas sholat subuh masih berada di dalam kandang milik Wakidi (59).
Kemudian sang pemilik mengeluarkannya dengan maksud membawa ke tempat penyembelihan.
Nahas, sesampainya di pekarangan rumah, sapi tersebut lari lantaran kaget.
"Sapi itu berontak, terus lari ke selatan tapi malah terjun ke Sungai Waluh.
Karena tidak bisa dinaikkan, sapi tersebut diikat ke dahan pohon yang berada di bantaran sungai," terang Prapto kepada Tribunjateng.com.
Wakidi memilih meninggalkannya karena harus bersiap sholat ied.
"Selepas sholat, sesuai kesepakatan warga sapi disembelih di tempat mulai pukul 09.00.
Ada beberapa warga yang ikut membantu dalam proses penyembelihan," imbuhnya.
Pihaknya juga meminta bantuan kepada takmir masjid lain yang berada di sekitar Desa Bangsri yang sudah terbiasa menyembelih hewan kurban.
"Jadi sapi disembelih kemudian dipotong menjadi beberapa potongan besar, diangkut menggunakan pikap. Kemudian dipotong kecil-kecil di tempat penyembelihan kurban di masjid kami," terangnya.
Proses penyembelihan di sungai membutuhkan waktu sekitar 15 menit.
Terasa sulit karena lokasi di sungai yang tidak terlalu lapang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sapi-kurban-di-karanganyar.jpg)