Bawaslu: Pengawasan Pilkada Serentak di Jateng Diberlakukan Sama Tanpa Melihat Kerawanan Daerah

Usai menjalankan tugas sebagai pengawas Pemilu 2019, Bawaslu kembali dihadapkan pada Pilkada serentak tahun 2020.

Bawaslu: Pengawasan Pilkada Serentak di Jateng Diberlakukan Sama Tanpa Melihat Kerawanan Daerah
TRIBUN JATENG/FAISAL AFFAN
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Usai menjalankan tugas sebagai pengawas Pemilu 2019, Bawaslu kembali dihadapkan pada Pilkada serentak tahun 2020.

Seluruh tahapan dan persiapan harus sudah dimulai sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pendaftaran pasangan calon.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jateng, Anik Sholihatun, menjelaskan Provinisi Jawa Tengah nantinya akan melakukan Pilkada serentak di 21 Kabupaten/Kota.

"Jawa Tengah menjadi provinsi kedua yang paling banyak daerahnya menyelenggarakan Pilkada serentak, yaitu ada 21 Kabupaten/Kota. Sedangkan yang terbanyak pertama ada di provinsi Sumatera Utara sebanyak 23 kabupaten/kota," terangnya di Kantor Bawaslu Jateng, Selasa (13/8/2019).

Ini Jadwal Timnas Indonesia U-18 Vs Myanmar Piala AFF U-18 2019, Live Streaming SCTV

Saat ini, dirinya bersama komisioner lain sedang melakukan tahap penetapan struktur organisasi dan perancangan anggaran.

"Selain itu, kami juga sedang mempersiapkan strategi untuk memberikan supervisi dan monitoring terhadap Bawaslu tingkat Kabupaten/Kota," tambah Anik.

Anik menegaskan akan memberlakukan pengawasan kepada seluruh daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak tanpa membeda-bedakan kerawanannya.

"Kami tidak membedakan daerah rawan atau tidak. Semua daerah sistem pengawasannya tetap sama. Karena untuk mengetahui daerah mana yang rawan harus ada riset lebih lanjut. Itu yang melakukan Bawaslu Pusat," ujarnya.

Ia mengakui jika nanti ketika pilkada serentak dilaksanakan, ada beberapa calon incumbent. Tapi justru hal tersebut tidak menjadi titik fokus utama Anik.

"Yang kami khawatirkan bisa saja secara fisik petahana, tapi ada kerabat dekat yang maju menjadi paslon. Ini yang jadi fokus pengawasan," tegasnya.

Kader JKN-KIS Bakal Datangi Peserta BPJS Kesehatan yang Menunggak Iuran

Untuk membawa pilkada serentak bisa dikatakan sukses dan berkualitas, Bawaslu Jateng sudah melakukan tindakan proaktif dengan menggandeng komunitas.

"Komunitas yang kami ajak kerjasama bisa menjadi sumber edukasi masyarakat dalam hal ini pemilih, untuk sama-sama mengawasi setiap tahapan pilkada. Diharapkan pilkada nanti menjadi indikator kesuksesan dan kualitas demokrasi kita," tutupnya. (afn)

Penulis: faisal affan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved